Jumat, 01 Januari 2010

Finding Neverland


Pertama kali aku liat film ini pas lagi nyari biodata Johnny Deep. Dan di situ diceritakan kalo om Johnny pernah maen film bareng Kate Winslet. Di sini juga ada Freedy Highmore (yg jadi charlie di film Charlie and the Chocolate Factory). Jadi di film ini ada Willy Wonka dan Charlie.
Semenjak itu aku langsung nyari sinopsisnya dan ternyata bagus banget. Film ini juga pernah dinominasikan menjadi film terbaik Oscar. Dan kemaren tanggal 28 Desember 2009, aku dan beberapa teman dalam rangka nyari kado, gag sengaja nemu dvd Finding Neverland. Setelah sekian lama nyari akhirnya ketemu juga dan langsung tak beli walaupun uang ku mepet. (sebetulnya aku mau jingkrak-jingkrak di tokonya pas nemu dvd itu).
Dan kemarin barulah aku sempat nonton filmnya. Dan inilah ceritanya...
Bersetting di London 1903, diceritakan ada seorang pengarang drama bernama Jamie Barrie. Di balik layar, dia sedang melihat bagaimana reaksi penonton dengan dramanya. Ternyata banyak orang kecewa dengan drama tersebut. Bahkan ada orang yang tidur sejak awal cerita. Barrie sebetulnya telah beristri. Namun pernikahan mereka tidak bahagia. Mereka sudah lama pisah ranjang meskipun mereka tidak pernah bertengkar. Mungkin karena Barrie selalu hidup dengan segala imajinasinya bahkan ketika sedang di rumah. 


Di salah satu scene diperlihatkan ketika Barrie dan istrinya pergi tidur di kamar yang berbeda dan bersebelahan. Ketika mereka membuka pintu, terlihat dibalik kamar istrinya adalah ruangan kamar biasa. Sedangkan di kamar Barrie terlihat seolah-olah sedang di negeri dongeng (ini salah satu scene favoritku). Karena kecewa drama yang dibuatnya tidak disukai, akhirnya ia mencari-cari ide untuk membuat drama di taman dekat rumahnya. Ketika itulah ia bertemu dengan seorang janda bernama Sylvia (Kate Winslet) sedang bermain dengan 4 orang anak lelakinya yang bernama George, Jack, Peter, dan Michael. Namun Peter agak berbeda. Ia tidak pernah ikut bermain dengan ketiga saudaranya karena masih sedih akan kepergian ayahnya.

Lama kelamaan hubungan Barrie dan Sylvia semakin dekat meskipun ditentang oleh Ibunya Sylvia. Mereka sering berlibur bersama dan memainkan sebuah drama. Di dalam drama tersebut Barrie selalu membayangkan dengan imajinasinya. Jadi kita bisa melihat bagaimana imajinasi dari Barrie tentang drama yang dimainkan bersama keluarga tersebut. Misalnya ketika sedang bermain bajak laut, Barrie membayangkan mereka sedang di kapal sungguhan di tengah laut (lucu loh apalagi yang pas Barrie berdansa dengan anjing kesayangannya). Dari beberapa pertemuan mereka itu, akhirnya Barrie menciptakan sebuah drama tentang Peter Pan di Neverland dan berjanji kepada Sylvia bahwa suatu saat dia akan menunjukkan bagaimana sebenarnya keadaan di Neverland. Sementara itu, istri Barrie merasa bahwa hubungan Barrie dengan Sylvia sudah terlalu dekat. Ia merasa bahwa pernikahan mereka sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan akhirnya ia bersama pria lain. suatu saat ketika Barrie dan keluarga Sylvia sedang menyaksikan drama keempat anaknya, tiba-tiba saja Sylvia mengalami batuk hebat. 

Belakangan diketahui bahwa Sylvia mengidap penyakit pernapasan yang sama dengan yang telah merenggut nyawa suaminya. Ketika pementasan Peter Pan digelar, Barrie sedang mencari-cari keberadaan Sylvia dan keempat anaknya. Namun yang datang hanyalah Peter. (Kisah Peter Pan sebenarnya diilhami dari Peter). Akhirnya ia pergi ke rumah Sylvia. Ternyata keadaan Sylvia semakin parah. Kemudian Barrie memberikan hadiah yang istimewa kepada Sylvia. Di dalam rumah tersebut, Barrie menyiapkan sebuah pertunjukan Peter Pan yang disaksikan Sylvia, Ibunya Sylvia dan keempat anaknya. Dan pada akhir pertunjukan ketika tembok dibuka, terlihatlah sebuah tempat yang benar-benar indah dengan tumbuhan berwarna warni dan peri-peri yang beterbangan. Barrie menggandeng Sylvia berdiri dan mengatakan “That is Neverland”. Betapa terharunya Sylvia (dan betapa terharunya aku melihatnya). Beberapa waktu berlalu dan diceritakan bahwa Sylvia telah meninggal.

Film ini diakhiri dengan adegan ketika Peter dan Barrie sedang berada di taman dan bercakap-cakap dengan berlinag air mata (ini bikin aku hampir nangis).
Finding Neverland adalah film sederhana namun sangat bermakna. Berdurasi pendek (tidak sampai 2 jam) namun menyajikan sebuah karya yang indah kepada penontonnya. Latar film ini sangat mengagumkan. Di film ini bahkan idak ada ungkapan cinta sama sekali dari Barrie kepada Sylvia. Hanya ketika Sylvia telah meninggal, Barrie berkata kepada ibu Sylvia bahawa ia sangat mencintai anak dan keempat cucunya. Ini membuktikan bahwa cinta tidak selalu harus diungkapkan dengan kata-kata. Adegan dimana Barrie bersama Sylvia dan ketika Barrie menemani Sylvia yang sedang sakit cukup menggambarkan bahwa mereka saling mencintai. Film ini akhirnya masuk dalam jajaran film favoritku. Semoga aku juga menemukan dimana Neverland-ku. Nice.


Tidak ada komentar: