Kamis, 21 Januari 2010

Kena Sydrom Brisingr!






Kemaren barusan selesai aku baca buku Brisingr hasil pinjeman dari Icha. Wah walaupun bukunya tebel minta ampun, tapi sekali baca rasanya gak bisa berhenti. Brisingr adalah buku ketiga dari siklus warisan karya Christoper Paolini. Seperti buku sebelumnya, di buku ini banyak twist yang bikin ngeh ketika membacanya.

Di buku ini, eragon melanjutkan perjuangannya untuk membunuh Galbatorix bersama kaum Varden. Yang menarik dari buku ini adalah ketika eragon ke Du Weldenvarden menemui gurunya, Oromis. Disana diceritakan yang sebenarnya bahwa ayah eragon yang sebenarnya adalah Brom buka Morzan. Jadi eragon dan murtagh adalah saudara seibu tetapi beda ayah. Kemudian Oromis juga menjelaskan tentang Eldunari, jantung dari jantung yang menjadi sumber kekuatan galbatorix sehingga selama ini galbatorix tak terkalahkan. Di sini aku sudah menebak, jangan – jangan Oromis akan memberikan eldunari naga nya yang bernama glaedr kepada eragon. Dan ternyata dugaanku benar. Oromis dan naganya memutuskan untuk menampakkan diri di hadapan khalayak dan memberikan eldunarinya kepada eragon. Di buku ini juga, eragon akhirnya mendapat pedang baru yang dinamainya Brisingr.

Inheritance Cyrcle (siklus warisan) yang semula direncanakan berakhir di buku ketiga, akhirnya dilanjutkan di buku keempat yang hingga saat ini belum disebutkan apa judulnya. Kita tunggu saja.

Tapi setelah membaca buku ini, ada sebuah paragraf yang masih terngiang di kepalaku.Inilah paragrafnya:

Sambil beringsut dari posisinya, Oromis berkata, “Aku tidak bisa berpura-pura menyukainya, tapi tujuan hidup bukanlah untuk melakukan apa yang kita inginkan, tapi melakukan apa yang harus kita lakukan. Itulah yang dituntut takdir dari kita.”

Tidak ada komentar: