Rabu, 14 Juli 2010

Shutter Island




Sebelum liburan sekolah kemarin, aku sempat pinjem DVD dari Icha, Harry Potter 6 dan Shutter Island. Harry Potter udah aku liat sekitar seminggu yang lalu. Sekarang giliran Shutter Island. Film ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, Ben Kingsley, Michelle Williams dan disutradarai oleh Martin Scorsese, sutradara spesialis film-film thriller. Awalnya yang bikin aku pengen nonton film ini adalah adanya duet Scorsese dan Leonardo. Tau kan, ini film keempat mereka bekerja sama setelah Gangs of New York, The Aviator, dan Inception. Dan setiap karya mereka selalu menuai sukses dan banyak penghargaan. Aku sih baru sempat nonton Gangs of New York dan Shutter Island aja.

Shutter Island bercerita tentang dua marsekal AS, Edward Daniels (Leonardo) dan Chuck (Mark Rufallo) yang menyelidiki hilangnya seorang pasien dari sebuah rumah sakit jiwa untuk penjahat di sebuah pulau di Massachusetts. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1954. Semakin jauh mereka menyelidiki, semakin banyak misteri yang harus diungkap ditambah lagi dengan halusinasi-halusinasi dari masa lalu Edward tentang istrinya yang selalu menghantui Edward. Apa yang sebenarnya terjadi di Shutter Island? Dan bagaimana semua misteri ini dapat dipecahkan? (tonton filmnya aja)

Kalau pengen nonton film untuk liburan atau penghilang stress, jangan sekali-kali nonton film ini. yang ada malah tambah stres. Sejak awal film, sutradara seakan-akan menggiring kita dengan alur yang ditampilkan di awal film kemudian membelokkan kita ke alur yang sebenarnya di akhir film sehingga membuat kita yang nonton pasti berkata hah? maksudnya?.

Bahkan ada 2 versi ending ceritanya nih. Yang pertama, yang gila sebenarnya emang Edward, karena dia telah membunuh istrinya yang gila, yang telah membunuh ketiga anak mereka dan Edward tidak bisa menerimanya sehingga jadi gila. Lah dia sempat bebas, tapi kambuh lagi. Jadinya pihak rumah sakit Shutter Island membuat sandiwara ada pasien hilang dan menugaskan Edward untuk menyelidiki (sekalian masuk rumah sakit lagi hehe). Atau Edward adalah memang Marsekal yang ditugaskan ke Shutter Island dan di sana dia menyelidiki bahwa pulau tersebut adalah tempat percobaan biologis yang kejam sehingga dia dibuat gila dengan obat, makanan dan rokok yang disediakan di sana agar tidak membocorkan rahasia Shutter Island. Tuh kan bingung yaaa?

Tapi yang jelas, settingnya keren, dan score nya juga pas sama filmnya. Film yang cocok banget untuk penikmat film thriller psikologi yang membutuhkan tenaga ekstra untuk tau apa maksud film ini.

Ada kata-kata keren nih pas di akhir film. Sebetulnya, akhir filmnya juga gak jelas. Edward ngomong ke Chuck rekan kerjanya (menurut Edward) kalo menurut Chuck, dia itu sebenernya psikiaternya Edward. Edward ngomong :

"Menurutmu mana yang lebih baik? Hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik?"

Chord of Strength



Sekitar tanggal 30 Juni kemarin aku beli buku (bisa dibilang biografi) Chord of Strength-David Archuleta. Sebenarnya buku ini sudah terbit sekitar Mei atau Juni gitulah. Di web David Archuleta Indonesia juga sudah ada pre-ordernya lama sebelum terbit. Singkat cerita, aku telat daftar. Sebenarnya takut ribet juga cara pembayarannya. Eh, sekitar pertengahan Juni, di twitter DAI ada order COS lagi. Langsunglah aku daftar, dapet kode booking buku, trus transfer deh.

Buku setebal 248 halaman ini dilengkapi 15 halaman foto full color yang keren. Bukunya hardcover, dapet bonus CD, pembatas buku, sama stiker dari DAI. Isinya, gak usah ditanya. Di setiap bab, ada quotes dari tokoh-tokoh favorit David (sepertinya). Di buku ini juga ada banyak quotes dari David sendiri. Keren kan! Aku yang sudah ngikutin David sejak di audisi nyanyi Waiting for The World to Change nya John Mayer ya sangat heboh sama buku ini.

*Oiya di buku ini aku jadi tau foto-foto kecilnya David, keluarganya, dan saat-saat ketika dia di Star Search.

ini foto David pas umur 3 tahun :)


sama fans-fansnya :)
sama Lady Gaga si Poker Face :D