Kamis, 30 Juni 2011

We Are The Champion

18 Mei 2011 pukul 19.00
Hari ini hari adalah hari yang kutunggu selama kurang lebih dua bulan. Setelah mendapatkan kabar baik dengan hasil kelulusan dua hari sebelumnya, rasanya tidak salah kalau akupun berharap kali ini akan mendapat kabar gembira lagi. Dua puluh empat jam sebelumnya, aku sudah begitu tidak sabar menanti hasil malam ini. Ya, malam ini adalah pengumuman hasil SNMPTN Undangan. Salah satu jalur dalam serangkaian seleksi masuk perguruan tinggi. Yang bisa mengikuti SNMPTN Undangan adalah siswa berprestasi dari sekolah yang berkualitas. Bagi sekolahku yang terakreditasi A, beruntung mendapatkan jatah 50 % dari jumlah siswa di setiap kelas untuk mendapatkan kesempatan mengikuti SNMPTN Undangan. Segala persyaratan, berkas-berkas, sertifikat telah kami persiapkan dengan baik. Berharap bahwa SNMPTN ini adalah jalanku menuju Universitas impianku. Namun Allah berkehendak lain. Aku dinyatakan tidak lolos SNMPTN Undangan. Sedih, kecewa, iri dengan yang lolos, mengecewakan orang tua, semua kurasakan. Keesokan harinya, seperti hari-hari sebelumnya, aku mengikuti bimbingan belajar intensif untuk persiapan SNMPTN tulis. Seharusnya aku justru harus lebih giat belajar, tapi yang bisa kulakukan hanyalah mengasihani diri sendiri. Merasa seakan usahaku lima semester ini tidak berguna. Ditambah lagi, empat kali mengikuti try out, tak pernah sekalipun nilaiku memenuhi passing grade yang dibutuhkan untuk bisa masuk ke jurusan yang kupilih. Rasanya tidak ada gunanya lagi aku berusaha. Tetapi entah kapan aku juga tidak tahu, semangatku kembali. Aku meyakinkan diriku, aku tidak lemah. Ini bukan akhir hidupku karena aku masih punya kesempatan. I’m a dreamer.

31 Mei – 1 Juni 2011
Hari H SNMPTN tiba. Aku mendapat kursi tes di Universitas WR.Supratman. Aku mengerjakan dengan keyakinan bahwa aku telah melakukan semampuku dan inilah kemampuanku. Selanjutnya aku hanya bisa berdoa. Diterima di pilihan kedua tidak akan jadi masalah bagiku. Namun akan lebih membanggakan bagi orang tuaku kalau aku bisa masuk pilihan pertama. Selagi menunggu pengumuman, aku mencoba ikut tes Politeknik Negeri Malang kerjasama PLN. Hanya iseng, sungguh. Aku hanya ingin pergi ke Malang sebenarnya. Ternyata aku lolos tes tulis dan kemudian lolos juga psikotes. Baru tanggal 27 Juni kemarin aku mengikuti tes kesehatan. Bagi beberapa orang mungkin berpikiran bahwa aku bisa lolos sampai tes kesehatan karena abiku yang bekerja di PLN. Tapi tidak. Abiku adalah orang yang akan memilih mengikuti seleksi mandiri daripada harus lewat orang dalam. Dengan biaya yang sama, mengapa harus lewat jalan pintas hanya untuk kebanggaan sedangakan ada cara yang benar. Kata-kata beliau yang selalu kuingat “Bukankah orang yang menyuap dan disuap adalah penghuni neraka?”

29 Juni 2011
Hari ini adalah hari pengumuman hasil SNMPTN ujian tulis. Sejak siang harinya, rasanya nafsu makan lenyap seketika, tiba-tiba sakit perut, suka meledak-ledak (seperti biasa, adekku jadi korbannya). Menurut media masa, pengumuman bisa dilihat pukul 19.00 tapi ternyata, habis maghrib, pengumuman sudah bisa diakses. Hah! Betapa campur aduknya perasaanku saat itu. Tapi alhamdulillah, aku akhirnya diterima di TEKNIK ELEKTRO ITS. Itulah yang membuatku bahagia malam itu

Tetapi aku juga ikut sedih dengan teman-temanku yang tidak diterima di universitas pilihan mereka. Padahal aku tahu perjuangan mereka besar. Mereka sudah berusaha keras, bahkan menurutku lebih besar dari perjuanganku. Aku tahu, mereka akan segera mendapatkan impian mereka. Banyak jalan yang bisa ditempuh. Just keep up your dreams guys!  Untuk yang sudah diterima, perjuangan kita belum berakhir di sini, kawan!

Tidak ada komentar: