Senin, 09 Juli 2012

Merawat Koleksi Buku

Holiday is comiiiiing uuuuup *nari tor-tor*

Saatnya beres-beres kamar, ruangan belajar, masukin buku-buku semester lalu ke gudang, dan yang terpenting..ngerombengin buku kalkulus I dan II *tapi jangan deh eman satu 40rb.


Akhirnya jadi keinget sama koleksi buku-buku di lemari yang hampir satu semester tidak terjamah. Alhasil ada salah satu buku yang agak menguning. Sedih, bener-bener sedih :( padahal itu bukunya belum sempet dibaca. Biasanya sih aku rutin ngerawat buku-buku ini, karena mereka kan bahan dasar aslinya dari makhluk hidup, jadi mau nggak mau butuh perawatan. Tapi, karena semester ini sibuknya minta ampun, jadi melalaikan mereka deh.

Tapi gak ada kata terlambat dong, sebelum makin parah, mereka harus rutin dirawat lagi kayak dulu. Nah, berikut ini langkah-langkah yang biasa aku pakai buat ngerawat buku-bukuku selama ini. Alhamdulillah manjur kok.
  • Setelah membeli buku, segera disampul pake plastik bening (seperti mika) terutama untuk yang softcover. Untuk yang hardcover terserah sih. Kalau dirasa sampul luar kuat, gak perlu sampul plastik lagi gakpapa kok, terus ditata rapi di tempat penyimpanan dan disusun sesuai kategori untuk memudahkan pencarian.
  • Buat inventaris buku yang isinya judul, tanggal pembelian, jumlah halaman, dll. Kalau perlu tulis tanggal pembelian serta identitas pemilik di sudut buku. Hal ini dilakukan untuk menghindari buku yang dipinjam hilang, kan kalau koleksi buku kita banyak gak mungkin ngehafalin satu-satu hehe.
  • Sediakan pembatas untuk tiap buku juga jika dibutuhkan dan jangan sekali-kali melipat atau menandai halaman yang sedang dibaca, karena bisa rusak dan mengganggu pemandangan.
  • Kalau buku dipinjam, catat dengan tertib siapa dan buku apa yang dipinjam, dan bilang, kalau bisa jangan sampai buku tersebut difotokopi karena bisa merusak lem dan jilidan.
  • Pas mau membaca, pastikan tangan bersih dan kering. Jangan membaca sambil tiduran *kasian dong mata kita* dan hindarkan buku dari air, minyak, makanan, debu, matahari, dan tanaman.
  • Untuk tempat penyimpanan, pastikan tidak lembab, jauh dari sinar matahari dan air, serta memiliki sirkulasi yang baik. Menggunakan lemari yang tertutup dan terbuka ada keuntungan dan kelemahan masing-masing. Untuk yang tertutup, buku akan terhindar dari debu, tetapi mudah lembab. Untuk mengatasinya, sering-sering saja membuka lemari satu-dua jam tiap minggu untuk sirkulasi udara. Sedangkan untuk lemari terbuka, sirkulasi udara baik, tetapi buku mudah berdebu. Asalkan kita rajin bersih-bersih, buku akan tetap bersih kok.
  • Posisi untuk meletakkan buku yaitu diberdirikan dan dikelompokkan sesuai ketinggian buku agar punggung buku tidak rusak. Selain itu, jangan mengisi rak buku terlalu penuh. Sebaliknya, jika koleksi kita masih sedikit, gunakan bookend untuk menahan posisi buku.
  • Yang terpenting, rutinlah merawat buku. Bersihkan rak seminggu sekali dan merotasi posisi buku sebulan sekali. Selain itu, tiap sebulan sekali, angin-anginkan buku dan periksa agar tidak ada halaman buku yang menempel satu sama lain.
  • Untuk menghindari rayap, udara lembab, bau, dan jamur, bisa digunakan berbagai cara baik yang alami atau pakai bahan kimia *bisa dicari di google*. Aku sih pilih yang praktis ya, jadi aku lebih memilih pakai bahan serap air biasanya dengan merk Bagus Serap Air *bukan promosi loh*. Kenapa? Karena produk ini menyerap udara lembab, mencegah rayap, menghindari pertumbuhan jamur, dan menghilangkan bau. Semua masalah diselesaikan dengan satu produk huehehe. Kita cuma perlu mengisi ulang kalau air yang diserap sudah melebihi batas yang ditentukan. Pas pertama pake, sempet heran juga air sebanyak itu darimana coba haha. Harganya juga murah pula *ini beneran bukan promosi rek*. Selain pakai serap air, aku juga pakai kapur barus sebagai perlindungan ganda. Berdasarkan pengalaman, jangan meletakkan kapur barus di rak buku begitu saja karena lama-kelamaan bisa merusak sampul plastik (plastiknya kayak meleleh). Jadi sebaiknya diletakkan di kotak plastik, baru masuk rak buku.
  • Terakhir, kalau ada buku yang rusak, jangan panik, jangan dirombeng, dibuang bahkan dibakar. Buku yang rusak pasti bisa diselamatkan meskipun hasilnya tidak akan sama seperti semula. Untuk kerusakan seperti halaman lepas, sobek, cover lepas, bisa dilem ulang (untuk yang covernya pakai lem), dijahit ulang (untuk buku yang dijahit) atau disteples (untuk buku yang disteples). Kalau cover yang sobek, bisa diisolasi atau kita membuat cover baru, tinggal cari gambar yang sama di internet, pakai kertas tebal, dilem, selesai. Kalau kesulitan, saya siap membantu kok gratis, sebagai bentuk solidaritas pecinta buku :)
Yang terpenting adalah, sayangi buku-buku koleksi kita, rutin merawat, dan melakukan penyelamatan jika terjadi kerusakan. Memang cara-cara di atas ribet dan terasa berlebihan hanya untuk buku. Tapi, nggak mau dong kalau koleksi kita yang nggak murah ini, rusak karena tanpa perawatan?

“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― Mohammad Hatta

Tidak ada komentar: