Kamis, 15 November 2012

Salahkan Dopamin dan Serotonin

Pernah tau dopamin dan serotonin? Terus kenapa mereka dikambinghitamkankan?

Begini, si dopamin dan serotonin ini adalah hormon yang terdapat dalam tubuh manusia. Dan mereka disalahkan karena merekalah yang bikin orang jadi nggak bisa tidur, galau, rindu, sekaligus berbunga-bunga di saat yang bersamaan. Eh tapi aku posting ini bukan berarti aku sedang mengalami loh ya. Ini beneran nemu artikelnya nggak sengaja suer .__.

Jadi, beberapa hari yang lalu pas lagi ngerjain tugas asistensi tentang analisa transien rangkaian untuk RC RL dan... ah abaikan, nggak sengaja aku masuk ke sebuah web yang menurutku keren. Entah sudah banyak yang tahu apa belum, yang jelas aku baru tau web ini beberapa hari yang lalu dan baru sempet posting sekarang haha.
Dan artikel yang membuatku tertarik adalah tentang peristiwa ilmiah dalam jatuh cinta. Sekali lagi perlu diklarifikasi sebelumnya ya, aku nulis ini bukan karena apa-apa tapi cuma pengen share aja kalo ternyata yang namanya perasaan pun ada penjelasan secara ilmiahnya. #halah

Oke kita mulai. Yang aku tulis ini rangkuman aja ya. Nggak enak kalau copy paste muehehe #sok
"Love is the most beautiful of dreams and the worst of nightmares."
Kira-kira seperti itu kata-kata dari William Shakespeare. Tapi ternyata ada penjelasan yang lebih masuk akal untuk perasaan ini.

Kalau kata para psikolog, hanya butuh 90 detik hingga 4 menit untuk membuat kita ter-addicted kepada seseorang. Helen Fisher dari Rutgers University membagi perjalanan sang cupid menjadi 3 tahap yaitu hasrat (lust), daya tarik (attraction) dan terikat (attachment). Cupid yang ini maksudnya adalah sekelompok senyawa yang bertanggung jawab meracik reaksi kimia yang membuat orang jadi tersipu-sipu, salah tingkah atau gejala-gejala lainnya.

Pas tahap awal, hormon testosteron pada pria dan estrogen pada wanita bekerja sama ngasih welcome party  untuk menyambut datangnya perasaan cinta setelah manusia melalui masa pubertas. Tahap kedua adalah tahap daya tarik. Di sini muncul adrenalin, dopamine dan serotonin yang membawa sensasi. Di tahap terakhir (udah nikah nih) muncul oksitosin dan vasopressin yang membuat pasangan ini selalu bersama hingga hanya maut yang bisa memisahkan.

Ternyata capek kalo ngerangkum. Lanjutannya ini langsung copy paste plus edit dikit-dikit deh.

Jadi, kronologinya seperti ini...

Fakta ilmiah menunjukkan cinta datang lewat “hidung” (jadi, kurang tepat kalau dibilang cinta datang dari pandangan pertama). Awalnya, wanita mengeluarkan zat kimia feromon, yang dihasilkan selama masa ovulasi. Feromon ini akan “tercium” lewat hidung lawan jenisnya. Sebaliknya nada suara pria yang berat dan penuh percaya diri dapat menarik perhatian wanita karena mengandung kadar testosteron.

Setelah feromon terdeteksi, adrenalin akan memacu detak jantung anda. Kemudian dopamine akan bereaksi untuk memberikan perasaan bahagia yang tak terlukiskan. Bahkan, efek dari zat “pleasure chemistry” ini, hampir setara dengan efek “fly” yang ditimbulkan oleh kokain sehingga energi tubuh meningkat, sulit tidur dan menginterupsi selera makan.

Selanjutnya giliran serotonin yang membuat anda terobsesi untuk terus memikirkan sang pujaan hati. Dr.Donatella Marazziti, Psikiatri dari University of Pisa mengadakan survei terhadap sampel darah dari 20 pasangan yang sedang jatuh cinta. Ia menemukan kadar serotonin yang tinggi hingga hampir menyamai level terendah dari obsesi kompulsif.

Akhirnya, setelah sebuah cincin melingkar di jari manis, zat oksitosin dan vasopressin akan bekerja keras untuk mempertahankan kesetiaan. Oksitosin juga memperkuat ikatan batin antara ibu dengan bayinya yang baru lahir dan merangsang reproduksi ASI. Prof. Dianne Witt dari New York melakukan eksperimen dengan menghentikan pasokan oksitosin alami pada tikus. Hewan pengerat itu langsung menunjukkan gejala menolak anaknya. Sebaliknya, ketika oksitoksin disuntikkan pada tikus betina yang belum bereproduksi, ia tiba-tiba menjadi protektif dan menyayangi anak-anak tikus yang lain.

Oke selesai.
Keren ya, buat masalah hati dan perasaan pun ada proses ilmiah di baliknya haha.

Hoiya kaalau mau baca artikel lengkapnya, di sini nih yohanessurya.com
Di situ juga banyak tulisan-tulisan yang menarik loh #EhMalahPromosi #BukanPostinganBerbayar

BTW, aku bingung mau ngasih judul apa ke postingan ini.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

lumayan...jd tahu kenapa bisa jatuh cinta...

Anita Izza Putri'A mengatakan...

wah, ini seperti kesimpulan dari serotonin yang pernah aq bahas dengan temanq. Postingannya menarik lho, jadi tw ilmu baru :)

Azmil Muftaqor Imami mengatakan...

@Anita Izza terima kasih :)