Sabtu, 23 Februari 2013

a Night to Remember

Villa Vinolia, Tretes

Tepat dua minggu yang lalu, angkatan 2011 Teknik Elektro ITS (you can call us E51 or ELVN) melancong dalam rangka libur angkatan. Sebenarnya rencana ini sudah tersusun sejak lama. Dengan waktu yang pas dan dana yang siap, akhirnya ditetapkanlah hari Kamis dan Jumat tanggal 7-8 Februari 2013. Uyeah kata "liburan" selalu memberikan efek positif untuk jiwa dan raga #halah. Sayangnya yang ikut hanya seperempat dari jumlah total kami. Cukup sedih kawan, karena lokasi ini benar-benar cocok dengan jumlah dan budget kita. Jadi sebenarnya aku berharap setidaknya 75% angkatan ikut. Hei, bukankah kita memang dikenal sebagai angkatan yang super dalam perencanaan tapi kedodoran dalam eksekusi? Hihi. Tapi yasudahlah, yang penting 16 dari 24 ciwi-ciwi ikut.

09.00 WTE
Aku, Maya, Ayak sudah siap di kampus sejak jam 8 pagi. Entah kami terlalu bersemangat, tidak mau terjebak macet, atau memang kami sangat menghargai waktu sehingga terlalu ontime. Barulah jam 9 beberapa teman yang lain mulai berdatangan. Sebenarnya dari jarkom kami akan berangkat jam 9. Sayangnya kami tidak memakai standar jam Hongkong, Jepang, atau Amerika. Belum lagi ada masalah kendaraan. Singkat cerita kami akhirnya lepas landas dengan dua mobil dan belasan motor kira-kira jam 2 siang. Bayangkan saya menunggu 6 jam di jurusan. Sampai muka ini sudah kumel kucem. Sampai tidak terhitung berapa uang yang kita habiskan untuk menunda lapar. Dan sampai terpingkal-pingkal gegara tertawa bersama. Karena kami menunggu bersama-sama (sambil nggosip, ngomel, dan ngoceh), akhirnya enam jam itu tidak begitu terasa lama. Tapi tetap saja, saling tunggu menunggu seperti itu adalah saat-saat yang, bukan kubenci sih, hanya saja sangat menyebalkan. Dengan bantuan GPS berjalan (baca : Ayak) Sekitar jam 15.30 rombongan di mobil Mufi (Didi, Ayak, Mufi, Rani, Wiwis, Maya, dan saya tentunya) mampir di rumah makan dekat Masjid Cheng-Ho Pandaan. Inget gaes ada "kepala".

16.30 WIB
Memasuki daerah Tretes dan mulai tercium hawa dingin menenangkan pegunungan. Aku punya ketertarikan khusus dengan cuaca dingin, area pegunungan yang penuh cemara dan kanopi, dan sebenarnya membenci daerah tropis (kecuali laut) yang telanjang dari sinar matahari. Mengapa? Karena sinar matahari terlalu menyilaukan jadi kau akan menjadi tak terlihat dan tak bisa melihat jika di dekatnya #tsaaah #abaikan haha. Selain itu, di tempat dingin akan membuat hobiku untuk jarang mandi tersalurkan dengan baik. Sebenarnya alasanku adalah semakin tinggi dan luas tempatku, semakin dekat, jelas, dan puas pandanganku ke langit. Jam 5 kami sampai di tempat tujuan, Villa Violita eh Vinolia. Rombongan motor dan mobil yang lain sudah sampai terlebih dahulu, dan kami mulai beraksi memetakan tempat tidur haha. Sampai di tujuan, capek, kemudian merebahkan badan? Tidak ada dalam rumus liburan. Kami mulai main, main, dan main sampai maghrib. Yah secara keseluruhan villa ini bagus. Kamar tidur dan kamar mandi yang disediakan besar dan banyak. Ada banyak ruang yang bisa digunakan sebagai aula dadakan juga jika kita datang dalam rombongan besar. Ada area playground, kolam renang, lapangan basket, serta area parkir yang luas. Tempatnya bersih, terawat, auranya positif (terkadang aku berada di villa yang banyak patung atau lukisan seram which is I hate the most) dan yang terpenting makanan yang disajikan enaaak.

19.00 WIB
Setelah makan malam, ciwi-ciwi mulai beraksi. Bukan joget-joget, menyulam, atau bahkan mengerjakan laporan praktikum, tetapi kami main Truth or Dare. Hampir semua kena, termasuk saya. Sebenarnya kita bisa saja berbohong kan dalam permainan ini, tapi sialnya entah kenapa yang keluar dari mulut ini justru yang sebenarnya. Well, sekarang semua ciwi tahu sesuatu yang mungkin bisa dibilang rahasiaku atau bukan karena aku tahu beberapa dari mereka pasti sudah merasa atau menebak-nebak. Tapi perlu dipertegas lagi, kalau aku cuma mengagumi, setidaknya pernah mengagumi, dan itu semua terjadi karena situasi. Situasi yang mungkin membuatku lebih sering bertemu dengannya daripada teman laki-laki yang lain. Menyenangkan memang, tapi terkadang menyebalkan ketika aku mulai lupa dimana batasanku. He is a good friend. Sooooo good friend. Jadi, aku hanya perlu tahu diri dan membiarkan tetap seperti itu adanya, kawan. Lama-lama akan lupa dengan sendirinya, karena aku yakin, manusia mudah teralihkan #tsaaah.

22.00 WIB
Saatnya melupakan gender dan berkumpul di lapangan basket. Kami mengelilingi api unggun, saling bercerita tentang angkatan, makan cemilan, sedangkan saya sibuk nengok-nengok langit. Sekarang kami berada di tahun kedua dan akan menginjak tahun ketiga. Jadi sudah sewajarnya kalau kita mikir mau dibawa kemana angkatan ini dan peta kontribusi kami. Topik yang berat untuk waktu semalam itu. Sekitar tengah malam kami bubar. Ada yang main kartu, main basket lagi, dan yang ciwi ngobrol lagi dengan topik yang... nggak kalah berat dari sesi api unggun tadi. Sampai akhirnya aku, Maya, Rani, Evin, dan Jojo mulai tidur di kamar atas, 9 yang lain tidur duselan di kamar bawah, sedangkan Ayak dan Riza jaga siskamling. Penghuni kamar atas tidur dengan banyak bantal guling selimut, leluasa muter kanan kiri, kentut sana sini, like a boss.

05.00 WIB
Subuh. Airnya mungkin minus ratusan derajat pake Fahrenheit. Jadi aku baru mandi sekitar jam 06.30. Iya gaes ini nggak bohong, aku mandi. Sok-sokan di beranda menikmati udara pagi, tapi akhirnya... tidur di kasur lagi. Kurang so sweet apa coba pagi-pagi dibawain teh anget sama Ayak.

08.00 WIB
Sarapan. Nasi goreng adalah menu sarapan paling juara sedunia. Jam 09.00 kami check-out menuju Bandara Juanda nganter Mufi yang mau liburan tahap kedua.

12.00 WIB
Dari Bandara, nganter aku pulang dan leyeh-leyeh di rumahku sambil nunggu selesai sholat Jumat. Setelah membaca berita terbaru selama dua hari ini, sekitar jam 3 sore barulah bisa bercengkrama dengan kasur tercinta.

Sungguh liburan yang indah kawan-kawan. Dua hari, satu malam yang singkat tetapi tidak akan bisa terlupakan. Dan ya, tetap saja aku masih benci dengan orang yang menciptakan permainan Truth or Dare.

1 komentar:

della dalilah mengatakan...

Kak mau tanya dong, itu villa nya menginap per malamnya brp ? Dan punya contact nya enggak? Terimakasih