Selasa, 05 Februari 2013

Buku, Buku, dan Buku

Postingan ini dibuat setelah membaca salah satu post di blog Izzah berikut ini :

Seperti yang tertulis di postingan itu, aku juga seringkali merasa harus lari dari suatu situasi. Entah ketika sedang merasa lelah dengan perkuliahan, sedang sedih, sedang ada masalah, sedang ingin sendirian atau hanya sekadar menunggu teman di suatu mall dan tidak tahu harus melakukan apa. Dan tempat pelarian terbaikku adalah toko buku atau perpustakaan. Hanya di kedua tempat itulah aku bisa bersembunyi ketika sedang tidak ingin berada di keramaian. 

Di tempat itulah aku merasa bisa berlama-lama tanpa harus merasa mati gaya. Tanpa perlu berpura-pura sibuk dengan gadgetmu, hanya dengan berjalan, mengambil salah satu buku yang menarik, meletakkan kembali jika tidak suka, dan mencari yang lain lagi. Merasa senang ketika buku yang ditunggu akhirnya terbit, merasa girang ketika menemukan buku yang selama ini dicari-cari, dan merasa sangat beruntung ketika ada diskon besar di suatu toko buku. Di situlah tempatku bisa merasa tenang, nyaman, berprivasi, dan bangkrut sekaligus. Iya, aku bisa tahan untuk tidak pergi berlibur atau membeli pakaian baru dan rela menyisihkan setengah dari uang sakuku untuk buku.

Sewaktu SD, dimana aku belum mengenal Gramedia, setiap menjelang akhir pekan aku selalu pergi ke perpustakaan kecil sekolahku, meminjam salah satu buku, dan bahkan merelakan uang seratus rupiah untuk denda jika aku telat mengembalikannya. Dari sinilah aku bisa mengenal dan jatuh cinta dengan ilmu astronomi. Barulah ketika SMP aku benar-benar suka ke toko buku dan mulai rajin menyisihkan uang saku untuk membeli buku setiap bulannya. Tetapi, baru ketika SMA lah, aku menemukan teman-teman yang sama-sama menyukai buku dan selalu memiliki agenda untuk ke toko buku, diantaranya adalah Izzah, Eka, dan Jiyad. Kami bisa mengobrol panjang lebar hanya karena membahas suatu buku, saling pinjam meminjam buku dan saling merekomendasikan buku-buku yang wajib dibaca. Ya ampun, betapa aku rindu saat-saat seperti itu. Aku sangat bersyukur karena sekarang ketika kuliah, aku juga memiliki teman-teman seperti mereka. Nurul, Maya, Nungki, Riza, adalah beberapa teman yang dengan mereka aku bisa berdiskusi tentang suatu buku. Tetapi aku lebih sering pergi ke toko buku dengan Maya, dan bahkan lebih sering sendirian.

Aku sangat setuju dengan pemikiran Izzah yang merasa senang ketika melihat buku yang sangat banyak. Akupun merasa seperti itu. Salah satu keinginanku adalah memiliki perpustakaan di rumah sendiri. Bahkan kalau aku harus menjadi wirausahawan, aku akan membuat toko buku dan penerbitan sendiri. Memang mimpi yang besar, tapi bukan berarti tidak mungkin terwujud kan?

Tidak ada komentar: