Minggu, 03 Februari 2013

Just a Little Prayer

Entah ada angin apa tiba-tiba pengen aja posting ini :)

Suatu siang yang cerah, dalam keadaan setengah tidur dalam kelas yang... benar-benar membosankan dan... benar-benar nggak paham itu ngomongin apa, teman sebelahku tiba-tiba nyeletuk tanya "Mil, selama ini kamu belum pernah pacaran ya?". Oke, pertanyaan ini sukses menghilangkan ngantukku. Kaget dong tiba-tiba ditanyain gitu haha. Ya aku jawab memang aku belum pernah pacaran dan akhirnya kami malah ngobrol panjang lebar. Menurut teman-temanku, aku perempuan yang terlalu mandiri  sehingga cowok akan merasa kalah karena semua masalah bisa kuatasi sendiri. Ya, aku memang berusaha menjadi perempuan yang mandiri dan memang diajarkan untuk menjadi seperti ini. Sejak kecil diajarkan untuk bisa bersaing dan membuktikan bahwa seorang perempuan juga bisa berpengaruh.  Aku balik tanya kenapa kok tanya masalah ini, katanya pengen tau aja. Ternyata ciwi-ciwi angkatan kepo juga haha.

Iya, aku memang belum pernah yang namanya pacaran. Kalau ditanya kenapa, aku juga bingung bagaimana harus menjawab. Sejak SMP rasanya sudah ter-mindset di otak ini kalau pacaran di kalangan remaja itu cewek bermodal fisik dan pria bermodal uang. Memang hal pertama yang dilihat pria dari perempuan adalah fisik bukan? Dan aku tahu secara fisik aku bukanlah gambaran cewek ideal pada umumnya. Jadi, terlihat bahwa perempuan cuma menunggu dipilih sedangkan pria yang akan memilih. Dan kalau sudah ada masalah, akhirnya pisah. Oke, mungkin nggak semuanya seperti itu. Tapi karena kenyataan yang pernah terlihat dengan mata kepalaku sendiri inilah yang membuatku berpikir seperti itu. Pada akhirnya selama ini aku hanya fokus pada pendidikan, teman, dan rencana masa depan. Bukan berarti menutup diri. Hei, aku juga pernah menjadi remaja yang mengalami masa-masa mudah suka dengan lawan jenis hahaha. Ada beberapa orang yang pernah kusuka. Sungguh saat-saat yang menyenangkan sebenarnya. But it's just a little crush. Hanya mengagumi, tidak lebih.

Aku hidup di lingkungan dan keluarga yang kental dengan tradisi. Perempuan di atas 20 tahunan pasti akan mulai ditanya-tanya masalah nikah. Sebuah keluarga akan dengan bangga menyerahkan anak gadisnya jika dilamar dengan seseorang yang sudah mapan dan sesuai bibit, bebet, dan bobotnya. Banyak teman-teman ku yang memutuskan berkeluarga di usia yang masih muda ini, dan aku salut dengan mereka. Tapi bagiku, masih banyak sekali yang harus dilakukan. Bukan takut berkomitmen, tapi aku merasa bukan sekarang dan tidak dalam waktu dekat ini. Untunglah orangtuaku tidak sependapat dengan tradisi ini. Bagi mereka, kebanggaan sebuah keluarga adalah ilmu yang tinggi dan akhlak yang baik dari anak-anaknya.

Aku orang yang penuh mimpi. Ilmu pengetahuan membuatku ingin dan selalu menjelajah. Ke depannya nanti rasanya ada beribu rencana yang ingin aku capai. Keliling dunia, melintasi benua, menyelami seluruh lautan, mendaki semua gunung, mengamati langit yang tanpa batas, menggali peninggalan bersejarah, menjalankan misi kemanusiaan, mempelajari budaya seluruh dunia, belajar, belajar, dan belajar segala hal baru yang belum pernah kulakukan. Menjadi perempuan yang mandiri dan mapan. Bukan berarti masalah pasangan tidak ada di rencanaku. Umur terus bertambah dan lambat laun aku juga harus berpikir tentang pasangan hidup. Hanya saja aku tidak terlalu ngoyo. Toh manusia diciptakan berpasang-pasangan. Aku cuma bisa berharap dan berdoa nanti ketika orang itu datang, dia adalah satu-satunya dan untuk selamanya (astaga ya ampun bahasaku). Lelaki yang merupakan pemimpin, ayah, pendamping hidup, dan sahabat sekaligus. Tertawa bersama karena hal sepele atau menangis karena film favorit kami. Merupakan suatu bonus jika orang ini jugalah yang menemaniku dalam meraih mimpi-mimpiku tadi.

Yang perlu dilakukan sekarang adalah fokus kuliah demi masa depan yang cerah hahaha. Kita nggak pernah tahu siapa jodoh kita kan. Bisa saja orang yang belum pernah kita kenal, orang yang pernah kita kenal, atau bahkan bisa saja orang yang sangat sangat kita kenal. Yang jelas, kalau jodoh tak akan lari kemana. Kalaupun lari, larinya mendekat, kok.

2 komentar:

izzahaw mengatakan...

awww yang ini lhooo

Azmil Muftaqor Imami mengatakan...

waduh yang ini juga dibaca :O