Rabu, 11 Desember 2013

Impulsive vs Passive

"...How happy is the blameless Vestal's lot? The world forgetting, by the world forgot.
Eternal sunshine of the spotless mind. Each pray are accepted, and each wish resigned..."
- Alexander Pope

Sekitar seminggu yang lalu, aku nonton film (lumayan) lama yang digadang-gadang banyak orang sebagi film patah hati terbaik. Bukan, bukan aku sedang patah hati atau gimana, tapi lagi pengen nonton film bergenre romance yang nggak mendayu-dayu. Judulnya Eternal Sunshine of The spotless Mind, yang main Jim Carrey as Joel dan Kate Winslet as Clementine. Cukup butuh perjuangan juga buat dapet versi haram film ini karena jarang yang punya.


Oke, ceritanya sendiri seperti ini. Joel adalah tipe pria yang bisa dibilang pasif. Maksudnya, dia ini cuek bebek, grogian, tertutup, tapi setia dan rutinitas hidupnya tipikal pekerja kantoran yang penuh tekanan gitudeh. Semacam surprise karena muka kocak Jim Carrey yang biasa kita lihat sama sekali hilang. He turns into a serious man, and that's good. Dan mbak Kate Winslet yang biasa kita lihat dengan dandanan elegan, jadi tampil nyentrik, cablak, hampir awut-awutan. Ya walaupun tetap cantik sih. Singkat cerita, mereka bertemu, ngobrol, awalnya kaku, tapi akhirnya saling suka. Begitulah awal kisah antara si impulsif dan si pasif ini. 

Masalah datang ketika Clementine, yang memang gampang bosan, merasa ingin pisah dari Joel dan menghapus semua ingatan tentangnya dengan sebuah teknologi canggih. Diceritakan bahwa teknologi ini bisa menghapus ingatan tentang seseorang gitu. Nah, Joel yang tahu kalau Clem ngehapus ingatan tentang dirinya, ikutan juga ngehapus ingatan tentang Clem. Namun dalam prosesnya, Joel sadar bahwa bukan ini solusi untuk masalah mereka. Ia tahu bahwa ingatan tentang Clementine adalah bagian dari hidupnya yang tidak ingin dihilangkannya.


Simpel dan endingnya pasti sudah ketebak bukan? Yep, tapi bukan di sini poinnya. Tonton dan perhatikan cara mereka dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan itu ada bukan untuk disamakan. Perbedaan itu harus diterima dan yang terpenting adalah bagaimana kedua individu tersebut berusaha untuk saling melengkapi satu sama lain. Dan ya, di sini kita akan melihat betapa sebuah penerimaan, sebuah kata "Oke" akan sangat berpengaruh dalam suatu hubungan. Yang terakhir, film ini membuat kita merenungkan pentingnya sebuah memori, entah itu menyenangkan atau menyedihkan.

*By the way, film ini pakai alur maju-mundur. Kalau bingung, perhatikan saja warna rambut Clementine. Pastikan urut warna pelangi dari merah ke ungu - masa lalu ke masa depan. Dan ada juga Elijah Wood, Kristen Dunst dan Mark Rufallo sebagai pemeran pendukung yang masing-masing ceritanya tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Tidak ada komentar: