Minggu, 15 Desember 2013

Still Believe in Happy Ending?

Setelah asal ngopi banyak film dari hardisk temen, kemarin secara random aku nonton film berjudul 5 Centimeters per Second, sebuah film anime berdurasi satu jam yang indah tapi... kejam. Setelah nonton, film ini meninggalkan kesan yang  melekat di kepala dan akhirnya mau nggak mau aku mencari info tentang film ini. Well, ini film lama guys sekitar tahun 2007 dan memang mendapat banyak tanggapan positif dari berbagai pihak. Oke, mari kita ke plot ceritanya..


Tohno Takaki  dan Akari Shinohara sudah bersahabat sejak kecil. Mereka sekolah di tempat yang sama dan karena memiliki banyak persamaan, mereka akhirnya dekat. Sampai suatu hari Akira harus pindah ke kota lain. Setahun kemudian tiba giliran Takaki yang pindah ke kota lain, yang membuat jarak keduanya semakin jauh. Jadi sebelum Takaki pergi, dia memutuskan untuk sekali lagi bertemu Akari. Dari situ sebenarnya Takaki sadar bahwa keduanya tidak akan bisa bersama karena jarak, ruang, dan waktu.

Kira-kira begitulah cerita untuk Chapter pertama yang berjudul Cherry Blossoms. Chapter kedua, Cosmonaut bercerita tentang bagian kehidupan Takaki setelah pindah dan menginjak bangku SMA. Dia berteman dengan Sumida Akane, cewek yang diam-diam memendam perasaan ke Takaki. Ugh, this chapter made me cry. Chapter terakhir, Byousoke 5 Centimeters, akan memperlihatkan akhir dari kisah Takaki dan Akari yang kejam namun sekaligus realistis.


Jadi, kenapa film ini begitu fenomenal?


Silakan tonton sendiri betapa indahnya visualisasi yang ditampilkan di sini. Setiap detail, mulai dari cahaya matahari, salju yang berjatuhan, dan bunga sakura yang berguguran terasa sangat nyata untuk sebuah film animasi. Oh, dan jangan lupa musik yang menemani sepanjang dan di akhir film juga sangat keren. Narasi yang disampaikan oleh setiap tokoh di setiap chapter membawa kesan yang dalam dan membuat kita bertanya kembali kepada diri sendiri. Ya, setidaknya begitulah yang kurasakan. 

Best scene : di chapter 2 Takaki dan Akane tinggal di kota yang dekat dengan Space Center. Keduanya melihat roket diterbangkan ke antariksa disusul penggambaran langit lengkap dengan bintang dan galaksi yang sangat breathtaking.


Makoto Shinkai, the author, berkata bahwa 5 Centimeters per Second adalah kecepatan jatuhnya kelopak bunga sakura di musim semi yang sekaligus sebagai representasi kehidupan dan bagaimana manusia yang hidup bersama akan berangsur-angsur berpisah dalam kehidupan mereka sendiri-sendiri karena halangan rutinitas, ruang, jarak, waktu, dan keadaan.


Jadi selama kita hidup, semua akan terus berjalan entah itu hal yang baik atau buruk. Hidup tidak selalu indah seperti yang kita bayangkan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap optimis dalam menjalaninya. Meski hanya lima centimeter per detik, suatu hari nanti jarak dan waktu yang kita tempuh akan berakhir pada tujuan, dan mungkin takdir kita.

As the time goes by, life has a way of rearranging itself. People enter your life, and inevitably, they leave as well. Things have a tendency to happen that can turn your world upside down. You'll come to realize eventually, that eventhough things are different, you are as well.

Tidak ada komentar: