Sabtu, 27 Desember 2014

Review Film Juli-Desember 2014

Akhir tahun! Makin tua juga!
Dan di minggu UAS ini saya malah asyik bikin review film. Tahun ini filmnya keren-keren dan mereka sukses mengeruk isi kantong (ya walaupun beberapa film adalah hasil download). Capciscus, inilah deretan film yang saya tonton di bioskop beserta komentar amatiran saya.

1. Guardians of the Galaxy 9/10
Film ini sangat berbeda dengan film superhero lainnya. Aku nonton sendirian dan ketawa tiada henti di dalam studio. Tiap karakter dapat porsi yang pas dan yang terpenting adalah soundtrack nya. Sampai saat ini, most played di music player ku adalah satu album Awesome Mix Vol.1. Can't wait for the sequel!

2. The Maze Runner 7,5/10
Another dystopian movie, namun kali ini karakter utamanya cowok. Kalau boleh diurutin nih ya, dia di atas Divergent jauh, dan sedikit di bawah Hunger Games. Nuansa mencekam, gelap, dan penuh insting bertahan hidup yang ditampilkan pas. Sekarang siapa sih yang nggak stres hidup dalam labirin tanpa masa lalu, tanpa tahu kenapa kita ada di situ?

3. Dracula Untold 6/10
Film ini sebenarnya kutunggu-tunggu. Selain karena adanya Luke Evans, tokoh Dracula menurutku adalah ikon horror terbaik. Nah di film ini kita akan disuguhkan dengan latar belakang Dracula yang tidak banyak orang ketahui. Maksudnya oke sih, namun eksekusinya jelek sekali. Unsur agama yang ditampilkan juga sangat sensitif karena menyangkut sejarah juga. Bisa berantem deh ntar.

4. Fury 8,3/10
Gimana rasanya satu tank bersama Brad Pitt, Shia LaBeouf, dan Loganteng Lermanis? Mungkin kena tembak pun nggak akan kerasa ya #lebay. Tapi penampilan Logan emang patut diacungi jempol. Aku selalu menjadi fans film perang. Memang nggak banyak film perang yang aku tonton sih, tapi ini adalah salah satu yang terbaik. Oh ya, Quentin Trantino kayaknya emang jodoh banget sama Brad Pitt ya?

5. Big Hero 6 8.3/10
Nonton ini bareng-bareng rame dan semua salah fokus sama Tadashi. Dan setelah film ini juga, semua yang gendut gembul nan lucu menggemaskan akan dipanggil Baymax. Sangat menghibur, meskipun entah kenapa leluconnya tidak sampai membuatku ngakak. Auw!

6. Interstellar 8.2/10
Interstellar ini sejak tahun kemarin telah menjadi proyek yang begitu rahasia dan tertutup. Pengen memberi kejutan gitu deh maksudnya. Dan kalian tahulah, film dengan tema perjalanan luar angkasa adalah favoritku. Ekspektasiku juga sudah sangat tinggi terhadap apapun karya Christopher Nolan (hey, tapi aku bukan Nolanista kok). But, sorry to say ya om Nolan, meskipun berhasil membuat film yang "pintar", dibuat dengan konsep yang dalam, dan berhasil membuat penonton berpikir keras, Interstellar bukanlah karya terbaikmu. 
NB: Kalau Brad Pitt kesayangannya Tarantino dan Johnny Depp kesayangannya Tim Burton, Michael Keane kesayangannya Nolan ya :")

7. Hunger Games : Mockingjay part I 7/10
Mbak Katniss, the girl on fire, is back! (mas Gale dan Peeta juga). Well, sedih rasanya ketika Catching Fire digarap dengan begitu bagus, eh di Mockingjay malah kelihatan keteteran begini. Kayak kehabisan budget. Memang kali ini pertempuran nggak banyak karena lebih fokus pada kacaunya emosi Katniss. BTW, si Katniss ini juga makin menyebalkan dengan memberi harapan palsu pada dua pria sekaligus. Jangan ditiru!

8. Supernova : Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh 7,5/10
Untuk filmnya, skorku memang cuma 7,5, tapi untuk Hamis Daud sih 10/10 haha. Tapi nilai itu nggak berlebihan kok. Stealer dalam film ini adalah karakter Dimas yang diperankan Hamish. Untuk ukuran orang baru di film dan harus berperan sebagai gay, dia total sekali. Padahal di Rectoverso dan sehari-harinya laki banget. Chemistry dengan Arifin Putra sebagai Ruben juga terjaga baik. Justru sang kesatria, putri, dan bintang jatuh malah kayak lagi baca buku. Kata-katanya indah tapi ekspresi datar. Dan seperti nasib setiap film yang diangkat dari buku, Supernova KBPJ belum seperti bayanganku. Namun, film ini dibuat dengan niat dan hasilnya worth to watch. Kapan lagi lihat Arifin Putra dan Hamish Daud forehead kiss?

9. Doraemon : Stand by Me 7,2/10
Ini juga salah satu yang ditunggu tahun ini. Siapa sih yang nggak tau Doraemon? Apalagi anak jaman 90an yang masa kecilnya penuh dengan kartun-kartun bagus. Katanya, film ini akan membuat kita menitikkan air mata. Namun kenyataannya... biasa aja. Aku lebih suka film-film petualangan Doraemon di negeri-negeri-yang-namanya-lucu-lucu-itu. Mungkin promonya saja yang bagus sehingga orang-orang berekspektasi tinggi, dan rasanya nggak asik kalau belum nonton gitu.

10. The Hobbit : The Battle of the Five Armies 8/10
Pamungkas dari trilogi The Hobbit ini epik sekali. Meskipun masih di bawah Desolation of Smaug sih. Di tambah lagi dengan mata yang dimanjakan oleh adanya Luke Evans, Orlando Bloom, dan Lee Pace. Benedict Cumberbatch yang hanya berupa suara naga Smaug juga keren haha. Dan seperti film pendahulunya, setiap Bilbo Baggins ngomong, ingetnya selalu John Watson. Overall, battle di film ini sangat seru, menyentuh dan lucu di waktu yang tepat. Tapi... jangan pernah bandingkan dengan The Lord of The Rings ya. Jangan. Terlalu jauh.

That's all. Ternyata aku nonton dikit ya daripada Januari-Juli hahaha.

Pelajaran penting : Jangan pasang ekspektasi tinggi saat mau nonton. Atau sekalian jangan berekspektasi apapun, deh.

Minggu, 07 Desember 2014

On-Job-Training Seminar

Kamis minggu lalu terjadi kehebohan di angkatanku untuk bidang studi sistem tenaga. Kehebohan ini disponsori oleh pengumuman di depan ruang C103.
Setelah perdebatan panjang menanti kepastian yang kutunggu jadwal seminar kerja praktik, akhirnya jadwal resmi keluar juga. Lalu kenapa panik?

Karena seminarnya seminggu setelah pengumuman!

Ada yang panik karena belum bikin slide presentasi ditambah harus bikin makalah (kelompokku banget haha), ada pula yang panik karena tidak ada di jadwal. Maka waktu seminggu tersebut diisi dengan segala kerepotan seminar. Slide presentasi, makalah dalam bahasa inggris, CD yang covernya khusus dimonopoli oleh percetakan yang itutuh, hingga persiapan baju yang akan dipakai. Iya, sampai baju pun harus rempong karena memang nggak biasa pakai baju-standar-sidang-atau-seminar-di-elektro. Kalo berani dan pede, jatuhnya oke. Kalo nggak, malah jadi cupu.

Maka, hari yang ditunggu tiba dan well ternyata segalanya berlalu dengan cepat dan lancar. Tidak semengerikan yang dibayangkan sih haha. Berikut foto-fotonya ya...



Crop yuk Del tinggal kita berdua aja lebih bagus
Ada yang hilang....
Yang habis seminar terus ada yang panik gitu karena belum presentasi kuliah PML
Yap, maka insya Allah tinggal sidang tugas akhir aja ya :)

Kado untuk Diri Sendiri

Merasa ada yang berbeda tidak dengan blog ini? Nggak ya?
Maka sekarang coba tengok alamat http-nya.

Blog ku pada akhirnya punya domain sendiri! *terharu*

Rencana ini sudah sejak awal ingin aku realisasikan. Nah, dua minggu yang lalu, kegiatanku berselancar di internet mendarat di blog Benazio tepat di postingan cara mengganti domain blog dengan domain sendiri. Klik saja link tadi kali-kali ada yang berminat membuat domain sendiri juga haha. Sebenarnya, sehari setelah membaca tulisan Bena tadi, aku sudah tidak membulatkan tekad untuk melakukan serangkaian prosedur pembuatan domain sendiri hari itu juga. Tapi, setelah kupikir-pikir, lebih baik menunggu hingga hari ulang tahunku saja. Selain sebagai pengingat untuk memperpanjang langganan di tahun selanjutnya, aku menganggap ini sebagai kado untuk diri sendiri. Ngenes? Tidak juga, ah. Aku menganggap ini sebagai penghargaan untuk diri sendiri. Dan penghargaan itu penting sebagai apresisasi atau imbalan untuk segala yang kita lakukan. I talked to my self that I deserved this. 

Maka, tanggal 2 Desember kemarin aku mendaftar, melakukan pembayaran, mengirim konfirmasi ini dan itu. Sempat kebingungan juga ketika ada step yang aku nggak paham sampai-sampai aku di titik yang siap merelakan uang beli domain hilang begitu saja karena kebodohanku memahami tutorial haha. Semua terbayar ketika akhirnya blog ini resmi berganti alamat.

Mari memasuki babak baru umur 22 tahun dengan stay awesome di segala kesempatan.

Jumat, 03 Oktober 2014

Apply Paspor Online di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

Jadi kali ini aku akan menulis tentang sesuatu yang (semoga) berguna untuk banyak orang (tumben loh aku nulis yang beginian, yuk tepuk tangan dulu)

Paspor bisa dibilang adalah KTP internasional untuk setiap orang yang ingin berkunjung ke negara lain secara legal. Dan menurutku, punya paspor bukan hanya untuk yang akan pergi ke luar negeri saja. Memiliki paspor berarti memiliki identitas sebagai warga dunia. Siapa tahu kita tiba-tiba menang kuis untuk liburan ke luar negeri dengan syarat telah memiliki paspor? Atau siapa tahu ada promo tiket pesawat murah dalam waktu dekat?

Sebenarnya sudah sejak lama aku berencana untuk mengurus paspor, tapi selalu batal karena nggak nemu waktu yang tepat. Sampai sekitar tiga minggu yang lalu, barulah ada alasan kuat agar aku segera mengurus paspor. Berbekal googling sana sini, akhirnya aku memutuskan untuk mengurus paspor online. Jadi, kronologinya seperti ini :
  1. Silakan buka website imigrasi Indonesia http://www.imigrasi.go.id/index.php kemudian klik pilihan paspor online di beranda website.
  2. Dari sana kita akan masuk ke website Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia. Pilih Pra Permohonan Personal, terus isi data diri. FYI, ketika aku cari info sebelum apply, prosedurnya adalah kita perlu upload dokumen-dokumen pendukung yang terdiri dari hasil scan hitam-putih KTP, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Nah, pas aku ngisi data diri, sempat bingung karena nggak ada perintah untuk upload apapun. Well, ternyata sekarang memang enggak perlu upload dokumen apapun kok.
  3. Setelah isi form, kita akan mendapat email yang berisi bukti pengantar untuk membayar di Bank BNI dan url link yang hanya bisa dibuka setelah kita bayar (form dilengkapi barcode di sisi kanan bawah). Pastikan untuk mencermati catatan di bukti pengantar itu yah. Nah untuk biayanya, ternyata sejak Juli 2014, paspor baru 48halaman dihargai 355.000 (sebelumnya 255.000).
  4. Ke Bank BNI terdekat untuk bayar (bawa print out bukti pengantar). Meskipun punya rekening BNI, tapi aku lebih memilih untuk bayar di teller karena menurutku lebih aman dan bisa tanya-tanya ke teller. Dan benar saja, setelah bayar kita dikasih tau nomor (lupa namanya tapi ada di bukti pembayaran) yang digunakan untuk membuka url yang diberikan pada email sebelumnya.
  5. Buka link url dari email bukti pengantar bank, isi form yang diperlukan, dan pilih tanggal kedatangan untuk wawancara di kantor imigrasi. Setelahnya, kita akan menerima email lagi berisi "tanda terima permohonan" sebanyak 3 halaman. Print form ini, isi data-data di halaman kedua dan ketiga, serta siapkan kelengkapan untuk datang ke kantor imigrasi. Yang perlu disiapkan adalah bukti pembayaran dari bank, fotokopi KTP, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Untuk yang sudah menikah sepertinya perlu buku nikah juga. Semuanya difotokopi dalam kertas A4 (jangan dipotong) dan jangan lupa membawa dokumen aslinya untuk ditunjukkan. Siapkan pula materai 6 ribu untuk surat pernyataan (disediakan di kantor imigrasi). Kalau kelupaan bisa beli materai dan fotokopi dokumen di koperasi.
  6. Pastikan untuk sampai di lokasi pagi ya kalau nggak mau ngantre banyak. Kantor imigrasi buka jam 8 dan aku sampai di sana jam 7. Dan taraaa... deretan orang yang antre sudah banyaaak. Karena polos nggak ngerti apa-apa, akhirnya ikutan baris di belakang. Sampai akhirnya ada bapak-bapak di belakang yang bilang ke istrinya kalau yang via online nggak perlu ngantre di barisan. Akhirnya aku ngikut bapak ibu tadi hihi. Jadi, memang yang apply paspor online kan nggak banyak jadi bisa langsung nunggu di depan pintu dan nanti akan masuk pertama kali. Enak kan :)
  7. Saat itu belum jam 8 tapi pintu sudah dibuka (mungkin karena terlalu banyak orang). Nah, yang online masuk duluan untuk scan barcode (di lembar tanda terima permohonan) kemudian mendapat nomor antrean. Loket via online juga dibedakan loh yaitu di loket F. Untuk yang manual, setelah masuk akan diberi map hijau berisi form yang harus diisi. Nah, kalau yang online udah tinggal duduk aja nunggu giliran ke loket. Sambil menunggu, kita diberi surat pernyataan yang harus diisi dan dibubuhi materai.
  8. Pas tiba giliran ke loket F, kita akan diminta mengumpulkan berkas forokopian, bukti bayar, dan surat pernyataan, serat menunjukkan dokumen aslinya. Jika sudah lengkap, berkas yang asli dikembalikan dan kita akan disuruh ke loket biometrik untuk proses selanjutnya. Nomor antrenya sama dengan nomor di loket F.
  9. Di loket biometrik ini yang agak lama nunggunya. Di dalam, kita akan diberi map hijau yang sudah berisi dokumen kita (diambil petugas dari loket F tadi) kemudian foto, ambil sidik jari, dan wawancara singkat. Pastikan menjawab pertanyaan dengan jujur dan tenang karena sebenarnya pertanyaannya hanya seputar nama, keluarga, alamat, tujuan pembuatan paspor, dan lain-lain.
  10. Setelah beres, isi dari map hijau yang akan dikembalikan ke kita hanyalah bukti pembayaran dari bank. Bukti ini harus disimpan baik-baik untuk pengambilan paspor. Paspor akan jadi dalam 5 hari. (aku ngurus hari Jumat, hari Rabu ngambil).
  11. Saat mengambil paspor, kita hanya butuh membawa bukti pembayaran bank dan antrenya nggak banyak kok. Untuk sampul paspor bisa dibeli di koperasi dengan harga 3 ribu rupiah.
Waktu yang dibutuhkan untuk semua proses hingga selesai adalah 1,5 jam. Kalau antre sebelum buka dihitung berarti 2,5 jam. Pokoknya jam 9.30 sudah keluar dari kantor imigrasi. Prosedurnya mudah dan cepat bukan? Berbeda dengan prosedur manual yang harus antre lama dan butuh ekstra waktu untuk mengisi formulir di map hijau. Yang terpenting, setiap prosesnya bisa dilakukan sendiri bahkan untuk orang awam sekalipun. Jika dulu instansi pemerintahan identik dengan adanya calo yang dianggap bisa memudahkan urusan, nampaknya saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku. Atau mungkin aku yang nggak melihat pergerakan mereka yah haha tapi aku rasa masyarakat sudah mulai paham bahwa instansi pemerintahan seperti kantor imigrasi adalah instansi yang bertugas memudahkan kepentingan masyarakat. Sehingga stigma yang mengatakan bahwa mengurus urusan administrasi pemerintahan akan dipersulit jika tanpa calo atau orang dalam perlahan mulai luntur kok. Bahkan terkadang kalau ada masyarakat yang dirugikan oleh instansi pemerintahan, mereka tidak akan segan untuk memfoto dan menyebarkan di media sosial. Menurutku itu bagus, karena sedikit banyak dapat mengurangi praktik-praktik kecurangan.

Okeh, panjang sekali ya ceritaku, tapi yang jelas mengurus paspor itu mudah kok. Yang susah itu ngurus buku nikah (karena pasangannya belum ada) #abaikan.

Selamat mengurus paspor! Selamat bersiap-siap untuk menjelajahi dunia! 

Senin, 08 September 2014

Arung Jeram, Noars Rafting Probolinggo

Rasanya sudah lamaaa sekali ingin tahu gimana sih rasanya rafting. Akhirnya Sabtu, 6 September 2014 kemarin kesampaian juga. Bikin postingan ini juga dalam keadaan badan pegal linu di berbagai bagian, tapi emang udah enggak sabar mau cerita tentang pengalaman tak terlupakan ini. As I always said, selalu ada pengalaman pertama untuk berbagai hal. Dan pengalaman pertama itu, entah menyenangkan atau tidak, akan selalu ada di ingatan.

Awalnya kami berencana berangkat pukul 05.00 (aku mandi sambil menggigil pukul 04.00). Namun, kami baru berangkat dari jurusan pukul 08.00. Ada empat mobil yang berangkat dengan total personil 21 orang. Aku kebetulan ikut sama mama Citra dan papa Radit.

Kita foto mau liburan, di belakang ada barisan maba yang sedang OK2BK :)))
Kami sampai di lokasi sekitar pukul 12.00. Sempat heran dengan jalanan yang cuma bisa dilewati satu mobil padahal banyak kendaraan yang lalu lalang dua arah, lho. Di kanan kiri juga banyak rumah warga padahal.
Kayaknya kami di sana menjadi pengunjung terakhir deh hehehe. Kami sempat bertemu dengan anak-anak teknik sipil juga. Pukul 13.00 kami bersiap-siap memakai pelampung, helm, membawa dayung, kemudian mendengar instruksi dari pembimbing. 21 orang ini dibagi menjadi 5 perahu, dengan perahuku terdiri dari Anto, Dhino, Rani, dan aku, serta guide kocak tapi nggak jelas dengan suara mirip Ekal yang bernama Rohim River.
Full team!
Ciwi-ciwi
Untuk menuju start point, kami harus menempuh perjalan dengan berdiri di belakang pick-up selama kurang lebih setengah jam. Rasanya mirip-mirip naik roller coaster gitu deh haha tapi seriusan ini seru. Apalagi ditambah angin sepoi-sepoi dan terkadang harus kena ranting pohon juga. Dari start point, kami masih harus berjalan kaki menuruni bukit sejauh 500 meter. Medannya cukup melelahkan dan licin untuk yang memakai sandal jepit. Tapi segalanya terbayar ketika akhirnya arus sungai terlihat. Dan kami pun mulai mengarungi sungai...
Air terjun di belakangnya bagus, lho
Lupa nama air terjunnya :))))
Di sepanjang perjalanan kami melewati sekitar tujuh air terjun dengan nama-nama unik. Kami juga menjumpai banyaaaak sekali kelelawar (yang baunya enggak enak), goa kecil, hingga biawak yang berenang. Di tengah perjalanan, kami sempat beristirahat untuk menikmati pisang goreng dan susu jahe hangat.

Perjalanan dilanjutkan dan pada tiga per empat rute, kami sampai di sebuah tebing setinggi empat meter dengan kedalaman sungai tiga meter. Spot yang tepat untuk melompat. Ketika ditawari, langung aku bilang mau karena sudah sering lompat di kolam renang dengan ketinggian satu meter. Pas sudah sampai giliran lompat, rasanya pengen balik turun saja haha. Tetapi, aku tahu aku akan menyesal kalau sampai enggak jadi melompat. Pembimbing juga sudah meyakinkan dan memberi instruksi yang diperlukan. Dan akhirnya segalanya terjadi dalam beberapa detik. Beberapa detik yang rasanya lamaaa sekali. Pas sudah di air, rasanya lega bisa melawan ketakutan diri sendiri.

Merem karena gabisa melek di dalem air :")
ROHIM RIVER TEAM!
Kami melanjutkan perjalanan yang penuh dengan tragedi nyangkut di bebatuan hingga sampai di finish point. Dari sini kami masih disiksa dengan berjalan kaki naik bukit sampai basecamp Noars. Mandi, makan malam, dan kegiatan milih foto dimulai. Satu file foto dibandrol dengan 20.000, jadi jangan heran kalau kami menghabiskan waktu hampir dua jam lamanya untuk memilih. Kami memulai perjalanan pulang pukul 21.00 dan sampai di jurusan pukul 01.00 dinihari.

Benar-benar seru mungkin bukan kalimat yang bisa cukup mewakili perjalanan ini. Yang jelas rasanya nagih. Walaupun pilek bertambah parah dan badan mulai biru-biru (kalau capek aku memang begini), tapi suweneng banget. Terima kasih teman-teman untuk pengalaman kali ini. Ditunggu jalan-jalan selanjutnya!

Minggu, 07 September 2014

In LOvE Journey (Internalisasi Lab B101 Konversi Energi Listrik)

Judul di atas memang terlihat terlalu memaksakan, ya? Namun, In LOvE Journey adalah perjalanan yang begitu menyenangkan.

But at first, let me introduce my new family!
Sudah satu semester aku menjadi bagian dari Laboratorium Konversi Energi Listrik B101 atau singkatnya Lab KE B101. Here we are...


Dari awal kepengurusan untuk semester genap kemarin, internalisasi yang melibatkan dosen sudah menjadi program kerja yang mendapat perhatian utama dari kami. Alhamdulillah, rencana tersebut terlaksana dengan sukses. Woohooo!

Internalisasi dilakukan selama dua hari satu malam tanggal 30-31 Agustus 2014 di Batu, Malang. Kami berkumpul di kampus jam 08.00. Estimasi awal, kami akan sampai di Malang pukul sebelas atau dua belas daan akan pergi ke Jatim Park 2. Namun karena beberapa hal, kami baru berangkat jam 10.00 dan memutuskan untuk langsung menuju vila. Oh ya, sebelumnya kami mampir mengisi perut di Rumah Makan Pak Sholeh yang terkenal itu.

Angkatan 2011
Muka-muka lelah menanti
Yang ini muka-muka kelaparan
Vila kami namanya Vila Parikesit, yang terletak di Perumahan Strawberry belakang pasar Batu. I'm so impressed with this villa. Di depan pintu gerbang kami disambut banyak burung dara (beserta kotorannya) dan kolam cantik berisi ikan koi gede-gede. Terdiri dari delapan kamar, vila ini seperti menyatukan dua rumah dan tata ruangnya sangat cocok untuk bermain petak umpet. Butuh beberapa kali memutari seluruh rumah untuk hafal letak setiap ruangan tanpa harus tersesat. Dan sampai saat ini aku belum tahu ruangan apa yang ada di belakang kamar mandi dekat kamar cewek dan lewat mana kalau mau ke sana. Ruangan ini skeri dan membuat kami (para cewek) mandi berdua-dua. Fasilitas lainnya adalah dapur kotor dan dapur bersih yang menghadap langsung ke kolam renang kecil di belakang, ruangan keluarga dengan sofa empuk yang dilengkapi perlengkapan karaoke, ruangan billiard dan rooftop yang cocok dipakai untuk stargazing, dan taman depan rumah yang dilengkapi peralatan barbeque.

Acara "resmi" dibuka sehabis maghrib. Dilengkapi dua tumpeng (yang enak sekali meskipun kami bertanya-tanya kenapa tumpengnya enggak lancip), tasyakuran untuk kelulusan asisten angkatan 2010 dimulai. Acara ini juga meresmikan Yudi sebagai koordinator asisten yang menggantikan Mas Denny. 

Pak Heri dan sang kooras baru
Tuhkan tumpengnya enggak lancip..
Selesai makan, kami mulai acara bakar-bakar. Mulai dari jagung sampai dengan sate lalat ludes oleh kami. Malam semakin dingin dan kami mulai mengantuk. Dosen-dosen dan keluarganya juga sudah istirahat di kamar masing-masing. Akhirnya sekitar jam sepuluh malam, cewek-cewek naik dan memutuskan untuk tidur.
Uhuy aku couple-an kaos sama mas Denny
Jagung bakar gosong tapi doyan :))
Bakar mas, bakar semuaaa!
Hari Minggu. Kami bangun pagi sekali dan berkemas meninggalkan vila (aku enggak mandi haha terlalu dingin). Sebelumnya, kami bersama-sama sarapan kemudian menuju ke Coban Rondo untuk outbond. Outbond (guide kami lebih menyebutnya bersenang-senang) yang kami lakukan berupa beberapa game yang berpusat pada bagaimana meningkatkan teamwork dan selalu fokus pada apa yang menjadi tujuan kita. Ada kejadian hina yang terjadi ketika outbond. Enggak perlu cerita deh ya, yang jelas kehinaan itu direkam dalam video dan tersebar ke berbagai pihak. Damn. Setelah itu, kami main flying fox, spider web, dan high rope.

Ladies...
And gentlemen...
Edisi pake banner
Suwukaaa sama foto ini :3
Dari lokasi outbond, kami menuju air terjun Coban Rondo sebentar sebelum akhirnya pulang menuju Surabaya. Cerita dikit ya, sepuluh tahun yang lalu pas kelas 4 SD, aku ikutan rekreasinya senior kelas 5 dan 6 ke Malang hehe. Nginepnya di vila di daerah Coban Rondo dan saat aku kesana minggu lalu, vilanya tetap sama seperti sepuluh tahun lalu. Aku ingat juga ketika selepas subuh, Pak Chotim (wali kelas 6) mengajak kami berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju air terjun. Masih tersimpan baik dalam ingatan tentang joke-joke yang dilemparkan Pak Chotim ke kami dan sebaliknya. Yang paling kuingat tentu saja "Apa bedanya WC dan medan perang?" (Ada yang tahu jawabannya?)

Ladies (lagi-lagi haha)
Di depan air terjun
Pokoknya selfie dulu
Anyway, terima kasih untuk dua hari yang berkesan ini. Terima kasih untuk mas Willy dan Mamet yang sudah menyiapkan acara dan mas Denny yang sangat sabar mengayomi kami. Terima kasih untuk Pak Heri, Pak Dibyo, dan Pak Febi beserta keluarga yang menyempatkan untuk ikut. Terima kasih untuk teman-teman dan mas-mas asisten Lab KE B101. Setelah kelulusan ini, perjalanan hidup untuk mas-mas sekalian baru dimulai. I wish you all the best, mas-mas senior! Doakan kami angkatan 2011 bisa membawa Lab KE B101 menjadi lebih baik lagi dan tentu saja doakan kami segera menyusul lulus!

Jumat, 01 Agustus 2014

Review Film Januari-Juli 2014

Enam bulan berlalu, dan saatnya bikin review film!
Selain yang sudah tayang di bawah ini, tahun 2014 masih akan dipenuhi film-film keren lainnya. Kalian bisa melihat promote video, trailer, ataupun screening-nya di panel-panel San Diego Comic-Con 2014. Yang belum bisa ke sana dan hanya bisa nonton di youtube sambil meratapi nasib, kalian tidak sendiri. *tos dulu*

Baiklah, jadi begini review saya...

1. 12 Years a Slave 8,4/10
Aku tipe penonton semua genre film, tapi film drama sejarah epik tidak pernah menjadi daftar prioritas. Tapi demi melihat Benedict Cumberbatch, Michael Fassbender, dan Brad Pitt dalam satu film, aku rela duduk manis selama dua jam lebih. Film ini, juga digadang-gadang menjadi film terbaik tahun 2014. Dan benar saja, 12 Years a Slave menjadi film terbaik di Academy Awards, BAFTA, dan Golden Globe. Memang layak, karena film ini tidak memerlukan efek menakjubkan dengan budget selangit untuk memikat penontonnya.

2. The Lego Movie 8,5/10
Everything is awesome! Yep, segalanya dalam film ini awesome menurutku. Kalau biasanya kita melihat trailer film bedurasi tidak lebih dari dua menit dalam versi LEGO, kali ini kita bisa melihat interaksi bricks selama hampir dua jam. Ceritanya simpel, tapi pencampuran semua tokoh dari produk-produk LEGO sangat mengocok perut. Belum lagi joke lama dimana ada figur Gandalf, tapi orang memanggilnya Dumbledore :))). Sebagai orang yang berambisi untuk mengoleksi semua varian LEGO, rasanya ingin masuk ke layar bioskop dan membawa pulang Emmet beserta kawan-kawannya!

3. Robocop 6/10
Too much expectation. Begitulah kesanku setelah menonton film ini. Abang Joel Kinnaman sebagai Alex Murphy memang cakep, tetapi terlalu mudah dilupakan sebagai sosok polisi pembela kebenaran. Jalannya cerita juga lemah terlepas dari penampilan baru Robocop yang oke. Satu-satunya penyelamat adalah akting om ganteng Gary Oldman yang menawan seperti biasanya.

4. Divergent 6,5/10
Film adaptasi novel young-adult pertama tahun ini. Dan sekali lagi, ekspektasiku terlalu tinggi. Bagi yang belum membaca bukunya, film ini mungkin akan terlihat wah sekali. Namun jika lebih diperhatikan, this movie is so lame. There is no way to compare it with Hunger Games. Theo James memang membuat para fangirls jejeritan, Shailene Woodley membuatku iri sekali, dan antusias penonton untuk mencoba faksi mana yang sesuai dengan mereka, mengingatkanku dengan hits-nya asrama-asrama dalam Harry Potter. Tidak memuaskan but Divergent is fairly entertaining.

5. The Raid 2 : Berandal 8/10
Mau ngajak temen cewek nonton, tapi nggak ada yang mau. Baiklah, akhirnya nonton sendirian. Film ini... bagaimana ya menjelaskannya. Rasanya belum percaya Berandal dibuat di Indonesia, dengan aktor dan aktris Indonesia. Sepanjang film memang penuh adegan sadis, brutal, dan penuh darah, but hey, gore scene is always awesome!. Dengan materi cerita yang lebih matang daripada prekuelnya, Gareth Evans sekali lagi berhasil membuat film aksi dengan parade matrial arts indah sepanjang cerita. Dan ya, Arifin Putra semakin kece :3

6. Captain America : The Winter Soldier 8,3/10
Astaga bisep dan trisep-nya Chris Evans!! *salah fokus*
The Winter Soldier seakan menjadi penebus kesalahan di prekuelnya. Dan Marvel Studios akhirnya membuat film superhero dengan script, aksi, dan plot yang rapi. Salah satu film terbaik Marvel, kalau menurutku. Layak ditonton? Sangat. Mbak Scarlett Johansson tetap cantik seperti biasanya dan Chris Evans harus berhati-hati karena Sebastian Stan makin menggetarkan jiwa. Hail Hydra!

7. Transcendence 6/10
Udah nggak ngerti lagi lah sama Johnny Depp ini. Tetap keren sih pasti, tapi beberapa kali film yang dibintanginya bisa dibilang nggak sukses. Bahkan di film ini, rasanya si oom Johnny sedang ada di dunia lain, nggak fokus dengan perannya. Ide cerita brilian, efek keren, tapi plot hole dimana-mana. Film science-fiction yang harusnya keren, berubah menjadi film tentang suami istri yang nggak bisa move-on.

8. The Amazing Spider-Man 2 6,5/10
Oh how I miss Tobey McGuire! Andrew Garfield memang jauh lebih tampan dan tengil, tapi Peter Parker versi Tobey lebih nerd dan terasa lebih pas. Memang sih chemistry Garfield dan Emma Stone ciamik, tapi ini film superhero bukan romance-comedy. Mahasiswa Elektro sangat disarankan untuk nonton film ini loh, karena musuh barunya ini manusia listrik #halah. Dari awal sudah banyak kritik terhadap The Amazing Spider-Man 2. Lalu kenapa aku tetap nonton? Tentu saja karena abang Dane DeeHan sebagai Harry Osborn (yang sayangnya sudah menikah). There are some villain that you just can't hate, right? And Dane DeeHan is one of them.

9. Godzilla 7/10
Cilla is coming home. Layaknya sebuah penebusan terhadap publik Jepang, Hollywood akhirnya membuat film Godzilla dengan lebih banyak mengekspos Jepang ditambah beberapa aktor dan aktris asli sana. Trailer yang sebelumnya hanya menampakkan sedikit sosok Cilla, akhirnya terbayar ketika bisa melihat sang raksasa di layar lebar. Dan kali ini Cilla dalam karakter protagonis, jadi semakin cute saja dia. Dengan efek yang tentunya jauh lebih canggih dari sebelumnya, Godzilla versi 2014 ini sukses menjadi pengobat rindu para penggemar film-film kaiju.

10. X-Men : Days of Future Past 9/10
Seriously, aku bukan pengagum franchise X-Men. Namun semua berubah ketika menonton film ini. Tak perlu khawatir, yang nggak ngikutin X-Men bisa mudeng kok. Overall, film ini keren keren kereeen sekali. Aktor dan aktrisnya yang banyak dan keren semua, sukses dengan perannya masing-masing. Tegang, sedih, sampai ketawa guling-guling campur aduk sepanjang film. Film terbaik 2014 untuk sejauh ini menurutku.

11. Edge of Tomorrow 8,5/10
Another science-fiction movie with alien invation on it played by Tom Cruise. Film yang diadaptasi dari novel Jepang berjudul All You Need is Kill ini punya jalan cerita yang keren sekali. Hey, film tentang invasi alien kan memang selalu keren. Live. Die. Repeat. Hidup, bertarung mencari jalan untuk bertahan hidup, kalau mati ulang dari awal. Begitu seterusnya, namun dikemas dengan apik oleh sang sutradara. Dan untuk mbak Emily Blunt, I adore you!

12. How to Train Your Dragon 2 8,5/10
Toothless is back! (dan tetap saja menggemaskan). Dengan jalan cerita yang lebih kompleks, How to Train Your Dragon 2 menjadi salah satu animasi yang ditunggu-tunggu. Lebih suka yang pertama sih, tapi yang kedua ini juga sangat sangat layak ditonton. Kita akan diajak untuk menjelajah ke tempat yang Hiccup dan Toothless belum pernah datangi. Kita akan diajak untuk tertawa dan bersedih dan tertawa lagi. Film keluarga yang sangat menyenangkan untuk ditonton bersama.

13. The Fault in Our Stars 8,2/10
Akhirnya adaptasi salah satu buku John Green menghiasi layar lebar. Sudah menunggu film ini sejak membaca bukunya. Buku tentang sepasang kekasih yang sakit kanker, namun tidak mendayu-dayu dan klise a la film romance pada umumnya. Buku, yang membuatku menitikkan air mata ketika membacanya. Sudah jera berekspektasi tinggi untuk sebuah film adaptasi, aku justru menikmati cerita sepanjang film. Tentu saja dengan soundtrack yang benar-benar mendukung cerita. Worth to watch? Iya. Orang paling keras kepala sekalipun pasti akan merasa tersentuh dengan cerita Hazel dan Augustus. Okay? Okay.

PS : Semua berdasarkan pendapat pribadi, ya.

Kamis, 31 Juli 2014

Internship Program in PT. Trafoindo Prima Perkasa

Hey there!
Been a month since my last blog post. Miss me? Haha

Tanggal 30 Juni hingga 24 Juli kemarin, aku dan kedua temanku, Maya dan cece Rani menjalankan kewajiban Kerja Praktik 2 SKS guna memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana teknik pada bidang studi teknik sistem tenaga Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Panjang ya, tapi begitulah yang tertulis di lembar pengesahan. Setelah proses panjang yang melelahkan, akhirnya sampailah kami di PT. Trafoindo Prima Perkasa, Tangerang, sebuah perusahaan produsen transformator.
Jadi, apa yang kami lakukan di sana?
Kami datang tanggal 27 Juni, dan langsung menghadap langsung ke Direktur Teknik dan Produksi. Bahkan beliau sendiri yang membuatkan kami jadwal untuk sebulan. Setelahnya, kami diserahkan ke Pak Haenys selaku bagian personalia.
PT. Trafoindo Prima Perkasa atau kita sebut saja Trafindo (which is merek dagang mereka), memiliki tiga unit pabrik. Minggu pertama, kami di pabrik 1, unit transformator distribusi. Minggu kedua di pabrik 2, unit CT/VT. Dan minggu ketiga di pabrik 3, unit cast resin transformator. Di semua unit, kami belajar tentang perencanaan produksi, desain, engineering, produksi, hingga proses pengujian sebelum produk dikirim ke customer. Proses pengujian transformator inilah yang menjadi fokus laporan kami. Ah ya, kami juga belajar mengenai maintenance transformator.

Tapi, dari semua itu yang paling berharga adalah segala pengalaman yang kami dapatkan. Kami jadi tahu bagaimana sebenarnya isi trafo. Kami jadi tahu bagaimana kinerja sebuah perusahaan. Kami jadi kenal banyak orang-orang baru dengan berbagai karakter (ada yang baik tapi juga ada yang aneh haha).

Selayaknya belajar di bangku kuliah lah ya
Pas di unit CT/VT
Unit cast resin kalo dari luar gini nih
Mereka cuma sok serius kok, sodara-sodara
Habis dirampok rental print-print-an

Sekalian kerja praktik, sekalian main. Setiap hari memang kami diantar jemput, tapi setiap weekend kami bebas. Kadang makan enak di Supermall Karawaci, nonton, atau main ke Jakarta. Makan makanan yang nggak ada di Surabaya, dan pergi ke toko buku yang nggak ada di Surabaya. 
Our messy room hihi
Luar apartemen, pagi selepas hujan
Pas main ke tetangga sebelah
Yang jelas, satu lagi pengalaman baru terlewati. Terima kasih untuk semua orang yang terlibat, yang mana nggak mungkin untuk disebutkan semua.
(Tapi tetap penasaran sama mas senyum menawan yang hingga sekarang kami belum tahu namanya)

Jumat, 30 Mei 2014

I Heart London

Hey, mungkin aku berbakat menjadi cenayang. Tiga tahun yang lalu, aku membuat posting-an berikut ini di blog : I Heart London. Sebuah tulisan yang berisi awal mula ketertarikanku dengan Inggris. Sambil menulis, sambil berharap ada orang yang berbaik hati untuk mewujudkan bucketlist nomor satu ku ini. Dan ternyata, kesempatan itu datang tahun ini. *fingers crossed*
Awalnya aku sudah mempersiapkan banyak tulisan tentang "kenapa aku harus ke Inggris". Namun kemudian aku sadar, betapapun banyaknya aku menulis tentang Inggris, tidak akan cukup untuk menjelaskannya. Pada akhirnya, alasan kenapa aku harus ke Inggris terangkum dalam tulisan berikut.

Big Ben, Buckingham Palace, Westminster Palace, London Tower, Windsor Castle
Awal mula jatuh cinta dengan Inggris dimulai dari bangunan dan arsitekturnya. Istana, kastil, bahkan gedung universitas di sana membuat siapapun yang melihatnya seakan sedang berada di negeri dongeng. A girl can dream, right? Jadi, selama Pangeran Harry belum menikah, jangan pernah berhenti berharap, girls!. Namun, pesona Inggris tidak berhenti di sini. Piccadilly Circus, British Museum, Perpustakaan Britania, dan Trafalgar Square, adalah beberapa tempat yang juga tidak bisa dilewatkan. Naik London Eye, keliling kota dengan Double Decker atau London Black Cab, dan merasakan pengalaman masuk Red Telephone Box sambil berharap bisa menuju ke Kementrian Sihir. Bahkan aku rasa, aku bisa duduk berjam-jam di kursi taman hanya dengan memandangi Big Ben.

Sherlock Holmes
Masih teringat jelas dalam ingatan ketika aku menjawab "Sherlock Holmes" kepada setiap orang yang bertanya siapa sosok idolaku. Masih teringat pula saat-saat aku harus merengek kepada orang tua agar dibelikan buku Sherlock Holmes. Tokoh rekaan Sir Arthur Conan Doyle ini telah menemani masa kecilku hingga sekarang. Maka, bukanlah sesuatu yang berlebihan jika aku berharap suatu hari nanti akan mengunjungi rumah Sherlock. Menginjakkan kaki di Baker Street 221B, merasakan nuansa menengangkan ketika memecahkan sebuah kasus, dan mencium asap cerutu Sherlock. Terkadang aku berharap bahwa Sherlock adalah tokoh nyata dan dia sedang bersembunyi di suatu tempat. Bukan hanya untuk dibaca dalam buku, bukan hanya untuk dikenang dalam museum. Dan aku, adalah salah satu Baker Street Irregulars yang harus ke Inggris untuk membantu Sherlock Holmes menyelesaikan kasus. The game is on!

Arsenal
Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat. Fans Arsenal pasti sangat paham tentang hal ini. Segalanya berawal sembilan tahun yang lalu, yang sayangnya, tepat ketika puasa gelar Arsenal dimulai. Namun dari sekian banyak klub bola, mengapa Arsenal? Karena love at the first sight. Aku menonton sebuah pertandingan bola dan merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tim sepak bola lainnya. Semangat juang para pemain muda ditambah permainan cantik yang ditampilkan, membuatku selalu menantikan setiap pertandingan Arsenal. Meskipun seringkali menjadi sasaran empuk bahan becandaan karena performa yang naik turun dan puasa gelarnya, sang manajer selalu yakin dengan kemampuan anak didiknya. Hingga akhirnya penantian itu berakhir ketika Arsenal memenangkan Piala FA 2014. Maka aku harus ke Inggris, ke Emirates Stadium, tempat yang menjadi saksi perjalanan Arsenal. Untuk melihat secara lagsung stadion kebanggan The Gunners. Untuk mengucapkan terima kasih telah memberikan keyakinan bahwa segalanya butuh proses, butuh komitmen, dan kesabaran untuk hasil yang manis. Dan tentu saja, aku harus ke Inggris untuk membersihkan lemari piala Emirates Stadium yang sudah sembilan tahun tidak terjamah.

Harry Potter
Seri Harry Potter menjadi titik awal minatku pada buku-buku fiksi. Aku (dan beberapa temanku) pernah berada dalam fase menjadi fans garis keras Harry Potter. Membaca bukunya berulang kali, menghafal setiap mantra dan ramuannya, menanti kelanjutan buku dan rilis filmnya dengan tidak sabar, serta selalu harap-harap cemas dengan akhir cerita. Harry Potter dan Inggris adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dan bagiku, Inggris adalah negeri para penyihir. Negeri dengan atmosfer magic di setiap sudut kota. Maka, pergi ke tempat asal sebuah masterpiece yang menemaniku tumbuh dewasa ini adalah suatu keharusan. Hey, siapa tahu Voldemort ternyata masih berkeliaran di luar sana, dan butuh Potterheads dari seluruh dunia untuk melawannya?

Sains dan Sastra
Isaac Newton dan Michael Faraday. Dua nama yang begitu sering tercantum dalam buku SMA bahkan hingga di diktat kuliah beserta teori yang mereka hasilkan. Teori-teori yang begitu berpengaruh untuk kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus menyebalkan karena secara tidak lagsung menentukan kelulusan beberapa SKS kuliah. Kemudian ada William Shakespeare, Charles Dickens, Jane Austen, Bronte, C.S. Lewis, Agatha Christie, J.K. Rowling, dan tentu saja favoritku, J.R.R. Tolkien. Tulisan mereka telah menjadi teman setia di saat-saat yang dibutuhkan. Karena mereka pula, aku mulai memberanikan diri untuk menulis, menuangkan pemikiran tentang segala hal yang tidak bisa diungkapkan dengan lisan. Sebagai penikmat buku, menelusuri toko-toko buku di sepanjang Charing Cross Road atau menghabiskan sore dengan membaca buku di The Goerge Inn adalah kegiatan yang wajib dilakukan di Inggris. Inggris menjadi tanah kelahiran dan kediaman tokoh-tokoh penting dunia dan pergi ke sana adalah sebuah penghormatan untuk karya-karya mereka.

Inggris adalah negara pertama selain Indonesia yang aku tahu ketika kecil dan menjadi tempat yang paling ingin aku datangi. Menginjakkan kaki di Inggris adalah sebuah pembuktian, sebuah langkah untuk keluar dari zona nyaman, merasakan dunia luar, meninggalkan putaran rutinitas. Pergi ke Inggris adalah mimpi, yang aku yakin, tidak mustahil untuk diwujudkan.

Go to England is like coming home to a home I never knew I ever had.


 

Jumat, 25 April 2014

Angkut+ Museum, Another Interesting Place in Batu, Malang

A week ago, me, Rani, Wiwis, Adel, and Maya went to Angkut+ Museum (Museum of Transportation) in Batu, Malang. It didn't mean that we're not busy, we're actually have a lot of things to do. But I think, if we didn't take our time like this, we won't have time until whenever. In short, at Thursday night, the four of us headed to Bungurasih Terminal due to run a train ticket. We had felt confused because it's not usual for us to riding bus escpecially at night. But once we were on the bus, we were pleased with the quality of our bus. I do not know what happened between me and the bus, but I always very happy to get on the bus at night. Arrived at Wiwis's home in Mojokerto, we immediately fell asleep. While Maya was still in Surabaya and she will follow us the next day with Armand.

The next morning, we prepared to go to Batu, Malang. Previously we bought train tickets to return to Surabaya. BTW, Reno, Wiwis's boyfriend also participate with us. At 09.30 we set off.
We arrived at the Angkut+ Museum at 13.00. The place is already crowded and we barely got parked. We met Maya and Armand at the ticket counter, and our exciting journey begins here.

Angkut+ Museum is a new tourism place built by Jatim Park Group and recently opened a few months ago. So, they still do repairs and improvements in various aspects. We have to pay 75.000 for the weekend and the holiday season, and 50.000 for Monday-Thursday. If you bring a pocket camera or an SLR, you have to pay an additional fee of 30.000.
Before the ticket counter, there are many people selling traditional food and souvenirs from Malang in floating market. You can also take a boat by pay 10.000.
Above the floating market
Okay , it's time to enjoy the museum...
First of all, we will be brought to the public zone that displays old vehicles in Indonesia or the world famous brand products. 
Inside the museum
Next, we entered the education zone. Here, we can see and interract with vehicles and machines used ​​in Indonesia. Plane will be there too soon! We can also see the miniature of rocket and there are stairs that would take us rise up 260dpl. Further, we go through outdoor zone which displays ancient city of Jakarta. Then we entered the indoor again and this time, we are treated to a military and antique cars in various sizes. One of my favorite zones!
Yeah, we're in 260dpl!



ME. WANT. THIS.
And, we arrived at the International zone. Here, the decoration is made like in Broadway, Paris, London, Berlin, and Rome completed with the famous icons of each city. Unfortunately 221B Baker Street, Sherlock Holmes' house is not able in the zone of the City of London. HUH!

Act like The Beatles in Abbey Road hihihi
I'm the boss!
Taraaaaa...
Riding Vespa on Rome's roads
An evening in Paris's streets
Wilkommen in Berlin!
Bloody hell London :)))
Keep calm and we're in London!
With royal guard of Buckingham Palace
Say cheeseeeee!
In front of Buckingham Palace *looking for Prince Harry*
Too cute, My queen XD
Our next zone is the movie stars. Here, you can see the icons and statues of famous artists such as Mr. Bean, Brad Pitt and Jolie, Elvis, Hulk, Ghost Rider, and Batman!

Huge Hulk
We finished touring the museum at 16.30. We ate there and headed to home. Previously we took time for a boat ride. And this is the most exciting part of our trip. One small boat boarded by Reno, me, Rani, Wiwis, Adel, and the rider. Highly adrenaline!
We arrived at Wiwis's home at 20.30 and then watching Indonesian Idol. Reno back to Surabaya that night while the four of us will back on Saturday morning.

Angkut+ Museum is the right place for you who want to spend your time in local tourism with international quality. It is the right place for you who interrested with transportations from around the world. You can go with your friends or your family. Just make sure that you have a lot of energies to explore this place hihi.

Thank you Wiwis and families who are welcoming us very very very well. Thank you also for Mr. Sadi who drove and accompanied us to Malang.

So, where we're going next?

But first, let's get back to our real lives and complete our assignments. Excelsior!