Rabu, 01 Januari 2014

Review Film Agustus - Desember 2013

Happy new year! Semoga semakin baik semuanya di 2014!

Setelah postingan Review Film Januari - Juli 2013, saatnya membuat review kelanjutannya. Summer Movies memang sudah berlalu, tetapi film-film di akhir tahun tidak kalah gregetnya. Sekali lagi, di sela-sela rutinitas dan mepetnya budget inilah sekilas review dari saya...

1. Percy Jackson : Sea of Monsters 6.5/10
(Nonton sama Riska dan Ira, TP, 22 Agustus 2013)
Yah, mungkin untuk kesekian kali aku harus menurunkan ekspektasi pada setiap film yang diadaptasi dari buku. Banyak bagian penting dari buku yang tidak diangkat bahkan disinggung di filmnya. Tetapi paling tidak, film ini lebih menarik daripada pendahulunya, Lightning Thief. Ah ya, tentu saja sepanjang film tertawa dan terpesona karena Logan(teng) Lerman(is).

2. The Mortal Instruments : City of Bones 6/10
(Nonton dengan Riska dan Ira, Pakuwon City, 29 Agustus 2013)
Another young adult movie adaptation yang.. cukup berhasil. Cast yang cocok dan tidak melenceng jauh dari storyline asli bukunya. Sayangnya, seperti ada bagian yang kurang dalam film perdana yang mungkin akan menjadi franchise pengganti Twilight saga ini. Syukurlah, setidaknya tidak perlu ada yang repot repot ber-sparkling di sini.

3. Riddick 6.5/10
(Nonton sama Maya dan Ayak, Pakuwon City, 24 September 2013)
Seperti film-film Riddick terdahulu, isinya selalu ada makhluk aneh dan sedikit nyisipin sedikit romance-drama. Cara bertahan hidup yang terkesan immpossible dan ngeri tapi akhirnya berhasil juga. Tapi, yah bisa dibilang, nggak ada yang terlalu spesial dari Riddick ini selain om kekar Vin Diesel.

4. Insidious 2 7/10
(Nonton sama Maya, Evin, Rani, Riza, Pakuwon City, 30 September 2013)
Menurut berbagai macam review, film ini masih kalah dibandingkan pendahulunya apalagi The Conjuring. Dan aku tipikal pelahap semua genre sekaligus bukan penggemar fanatik horror. Jadi nggak tau yang serem apa nggak itu gimana. Menurutku film ini jatuhnya malah mikir, tapi ya tetep aja jejeritan bersama di dalem studio.

5. Rush 8.5/10
(Nonton sama Maya, Pakuwon City, 4 Oktober 2013)
Brooom brooooom. Film balapan yang keren sekali. Based on true story, tapi nggak too much drama. Tetep seru, menegangkan, dan mengharukan. Standing applause juga buat team casting yang nyari pemeran persis sama orang aslinya. Siapa sih yang bisa lupa keseruan race hujan di Jepang?

6. Gravity 3D 8.5/10
(Nonton sama Riska dan Ira, Galaxy, 8 Oktober 2013)
Star Trek menjadi film terbaik pilihanku untuk awal hingga tengah tahun. Tetapi semua berubah setelah ada Gravity. Memang dasarnya suka astronomi, sepanjang film aku cuma bisa woah woah tahan napas sigh terharu dan senyum senyum nggak jelas. Bukan karena ceritanya yang justru sebenarnya membosankan dan bikin ngantuk, tetapi karena penggambaran alam semesta yang detail sekali. Keren, keren, keren pokoknya!

7. Prisoners 8/10
(Nonton sama Maya dan Rani, Pakuwon City, 18 Oktober 2013)
Tegang dan ngeri campur jadi satu. Film paling bikin frustrasi tahun ini. Gimana nggak, di film ini ada adegan penyiksaan, teriak sana sini, dan desperate yang bikin kita jadi geregetan sendiri. Tapi film detektif-detektif penuh teka-teki begini never fails me. Ah, dan jangan lupa dengan pesona detektif Loki :3

8. Ender's Game 8/10
(Nonton sama Maya, Armand, Hanif, TP, 8 November 2013)
Kemana saja aku selama ini sampe baru tahu ada buku yang berjudul Ender's Game? Well, pas nonton nggak ada bayangan sama sekali tentang film ini. Dan ternyata sukaaa sekali. Memang film tentang kecerdasan seorang anak yang menjadi pemimpin perang untuk membasmi suatu spesies selalu keren. Hanya saja film ini seakan lupa untuk menjelaskan latar belakang tokoh dan karakterisasinya. But nevermind, go watch and read the book!

9. Thor : The Dark World 8/10
(Nonton sama Maya, Armand, Hanif, Rani, Supermal, 9 November 2013)
Iya, aku cupu belum nonton Thor yang pertama secara lengkap. Dan seperti ketertarikanku dengan Joker nya The Dark Knight atau Khan nya Star Trek Into Darkness, rasanya Loki lebih gereget dibanding Thor. Lebih nakal, lebih badboy, tapi keren. Film superhero yang kocak sekali. Yap, tipikal Marvel.

10. Hunger Games : Catching Fire 8/10
(Nonton sama Maya, Armand, Soleh, Hanif, Pakuwon City, 28 November 2013)
Sekuel Hunger Games yang ditunggu-tunggu akhirnya rilis! Setelah film pertamanya mendapat sambutan yang sangat positif, sekuelnya kali ini mendapat sambutan yang lebih positif lagi. Dengan segala kemajuan proses pengolahan film mulai dari gambar dan suaranya, Catching Fire menjadi film fiksi petualangan yang megah. Selain dari segi cerita yang memang bagus, kita dimanjakan oleh tata gambar yang indah dan kualitas akting Jennifer Lawrence yang semakin oke. Josh Hutcherson tetap saja menjadi orang ketiga dan mas Liam Hemsworth tetap menjadi pihak yang patah hati. Jadi, buat mas Liam, sama saya saja yuk.

11. Frozen 8.5/10
(Nonton dengan Maya, Rani, Wiwis, Adel, Galaxy Mall, 10 Desember 2013)
Walt Disney is baaaack! Yang kangen sama Beauty and The Beast, The Lion King, atau The Little Mermaid wajib nonton film ini. Frozen menjadi semacam pembuktian bahwa Walt Disney masih bisa bersaing dengan rumah produksi film-film animasi lainnya. Kita bisa melihat film animasi dengan cerita yang fresh, gambar yang indah, musik dan lagu-lagu khas Broadway, serta pengembangan cerita yang baik. Kalau dulu putri-putri Disney selalu diceritakan akan bertemu cinta sejati berupa pangeran tampan dari negeri seberang, kali ini kisah cinta sang putri lebih ditekankan pada cinta yang lebih general. Satu lagi, kalau Marvel membuat kita tidak segera pergi setelah film selesai, Disney membuat kita ingin cepat-cepat masuk studio sebelum cerita dimulai. Siapa yang nggak ketawa dengan film pendek Get a Horse di awal pemutaran film?

12. The Hobbit : Desolation of Smaug 8.5/10
(Nonton sendirian, Pakuwon City, 13 Desember 2013) (Nonton sama Riska dan Ira, Pakuwon City, 20 Desember 2013)
Penantian lama ini akhirnya berujung. Overall, Desolation of Smaug lebih bagus, padat, seru, dan full action daripada pendahulunya, Unexpected Journey. Legolas is Back, dan naga Smaug akhirnya dapat dialog. Nggak bisa dipungkiri kalau Cumberbatch yang jadi dubber Smaug menjadi daya tarik tersendiri di film ini (ya walaupun nggak seseksi suara biasanya, jadi para Cumberbabes jangan terlalu kecewa ya). Pada dasarnya aku selalu suka film dengan genre seperti ini, jadi terlepas dari setiap komentar, menurutku film ini well made dan sangat sangat layak ditonton. Pastikan untuk ke kamar kecil dulu dan izin orang rumah untuk pulang telat karena panjangnya durasi. Btw, adakah yang sudah hafal nama-nama 12 dwarf lainnya selain Thorin?

*rating di atas berdasarkan selera pribadi

2 komentar:

nandaocto mengatakan...

Ratingmu sangat bisa dipertanggung jawabkan :)

Next time traktir ya :p

Azmil Muftaqor Imami mengatakan...

traktir apa? traktir aku gudeg satu kendil dulu hayo :3