Kamis, 31 Juli 2014

Flying for The First Time

Selalu ada yang namanya pertama kali untuk setiap hal yang kita lakukan. Tapi untuk yang satu ini, rasanya terlalu terlambat untuk merasakannya. Yep, untuk pertama kalinya dalam dua puluh satu tahun, akhirnya aku merasakan naik pesawat. Such an irony, karena selama dua puluh satu tahun pula, aku tinggal di dekat bandara, dengan pesawat yang lalu lalang di atas kepala setiap hari tanpa jeda.


Jadi, penerbanganku yang pertama ini ditempuh dari Tangerang-Surabaya sekitar jam 10 malam. Mungkin terdengar ndeso dan lebay, tapi memang inilah yang kurasakan haha. Ternyata rasanya menyenangkan ya, guys. Tidak ada rasa takut atau khawatir yang aku duga akan muncul karena ini pengalaman pertama. Bahkan aku yang biasanya merem dimanapun ada tempat nyaman, justru jadi sangat terjaga. Rasanya tidak ingin melewatkan satupun momen berada di atas awan. Dan aku, yang memang minta duduk di samping jendela, akhirnya mengisi satu jam enam menit penerbangan dengan berbagai pemikiran.

Betapa ilmu pengetahuan sangat membantu kehidupan manusia. Siapa yang menyangka sebuah burung besi, dengan berat berton-ton, dapat melaju dan melawan gravitasi. Saat melihat ke bawah, aku sadar betapa kecilnya kita di dunia. Betapa banyak tempat yang sangat rugi untuk tidak didatangi selama hidup. Betapa banyak pengalaman pertama yang harus kita lakukan selagi bisa. Dan betapa banyak manusia harus bersyukur untuk segalanya.

Tapi, yang benar-benar membuatku tertegun adalah pemandangan tepat di depanku. Aku melihat dua titik samar yang awalnya ku kira lampu pesawat lain. Setelah dipandangi lebih lama, mereka makin banyak. Aku membuka Google Sky Map untuk memastikan, dan benar saja, mereka adalah gugusan bintang-bintang. Dan dua yang paling terang adalah Rigel dan Hadar dari rasi bintang Centaurus.Terharu rasanya, karena bisa melihat mereka tanpa harus mendongakkan kepala. Seakan mereka begitu dekat dan seakan pergi ke luar angkasa semudah membalikkan telapak tangan.


Rasanya ingin seperti Ryan Bingham atau Alex Goran dari film Up in The Air yang menjadi travelling bussiness woman. Pergi ke berbagai negara dan menjalani beribu kilometer penerbangan.
Okay, we'll see. Whatever will be, will be, kok ya.

Tidak ada komentar: