Jumat, 01 Agustus 2014

Review Film Januari-Juli 2014

Enam bulan berlalu, dan saatnya bikin review film!
Selain yang sudah tayang di bawah ini, tahun 2014 masih akan dipenuhi film-film keren lainnya. Kalian bisa melihat promote video, trailer, ataupun screening-nya di panel-panel San Diego Comic-Con 2014. Yang belum bisa ke sana dan hanya bisa nonton di youtube sambil meratapi nasib, kalian tidak sendiri. *tos dulu*

Baiklah, jadi begini review saya...

1. 12 Years a Slave 8,4/10
Aku tipe penonton semua genre film, tapi film drama sejarah epik tidak pernah menjadi daftar prioritas. Tapi demi melihat Benedict Cumberbatch, Michael Fassbender, dan Brad Pitt dalam satu film, aku rela duduk manis selama dua jam lebih. Film ini, juga digadang-gadang menjadi film terbaik tahun 2014. Dan benar saja, 12 Years a Slave menjadi film terbaik di Academy Awards, BAFTA, dan Golden Globe. Memang layak, karena film ini tidak memerlukan efek menakjubkan dengan budget selangit untuk memikat penontonnya.

2. The Lego Movie 8,5/10
Everything is awesome! Yep, segalanya dalam film ini awesome menurutku. Kalau biasanya kita melihat trailer film bedurasi tidak lebih dari dua menit dalam versi LEGO, kali ini kita bisa melihat interaksi bricks selama hampir dua jam. Ceritanya simpel, tapi pencampuran semua tokoh dari produk-produk LEGO sangat mengocok perut. Belum lagi joke lama dimana ada figur Gandalf, tapi orang memanggilnya Dumbledore :))). Sebagai orang yang berambisi untuk mengoleksi semua varian LEGO, rasanya ingin masuk ke layar bioskop dan membawa pulang Emmet beserta kawan-kawannya!

3. Robocop 6/10
Too much expectation. Begitulah kesanku setelah menonton film ini. Abang Joel Kinnaman sebagai Alex Murphy memang cakep, tetapi terlalu mudah dilupakan sebagai sosok polisi pembela kebenaran. Jalannya cerita juga lemah terlepas dari penampilan baru Robocop yang oke. Satu-satunya penyelamat adalah akting om ganteng Gary Oldman yang menawan seperti biasanya.

4. Divergent 6,5/10
Film adaptasi novel young-adult pertama tahun ini. Dan sekali lagi, ekspektasiku terlalu tinggi. Bagi yang belum membaca bukunya, film ini mungkin akan terlihat wah sekali. Namun jika lebih diperhatikan, this movie is so lame. There is no way to compare it with Hunger Games. Theo James memang membuat para fangirls jejeritan, Shailene Woodley membuatku iri sekali, dan antusias penonton untuk mencoba faksi mana yang sesuai dengan mereka, mengingatkanku dengan hits-nya asrama-asrama dalam Harry Potter. Tidak memuaskan but Divergent is fairly entertaining.

5. The Raid 2 : Berandal 8/10
Mau ngajak temen cewek nonton, tapi nggak ada yang mau. Baiklah, akhirnya nonton sendirian. Film ini... bagaimana ya menjelaskannya. Rasanya belum percaya Berandal dibuat di Indonesia, dengan aktor dan aktris Indonesia. Sepanjang film memang penuh adegan sadis, brutal, dan penuh darah, but hey, gore scene is always awesome!. Dengan materi cerita yang lebih matang daripada prekuelnya, Gareth Evans sekali lagi berhasil membuat film aksi dengan parade matrial arts indah sepanjang cerita. Dan ya, Arifin Putra semakin kece :3

6. Captain America : The Winter Soldier 8,3/10
Astaga bisep dan trisep-nya Chris Evans!! *salah fokus*
The Winter Soldier seakan menjadi penebus kesalahan di prekuelnya. Dan Marvel Studios akhirnya membuat film superhero dengan script, aksi, dan plot yang rapi. Salah satu film terbaik Marvel, kalau menurutku. Layak ditonton? Sangat. Mbak Scarlett Johansson tetap cantik seperti biasanya dan Chris Evans harus berhati-hati karena Sebastian Stan makin menggetarkan jiwa. Hail Hydra!

7. Transcendence 6/10
Udah nggak ngerti lagi lah sama Johnny Depp ini. Tetap keren sih pasti, tapi beberapa kali film yang dibintanginya bisa dibilang nggak sukses. Bahkan di film ini, rasanya si oom Johnny sedang ada di dunia lain, nggak fokus dengan perannya. Ide cerita brilian, efek keren, tapi plot hole dimana-mana. Film science-fiction yang harusnya keren, berubah menjadi film tentang suami istri yang nggak bisa move-on.

8. The Amazing Spider-Man 2 6,5/10
Oh how I miss Tobey McGuire! Andrew Garfield memang jauh lebih tampan dan tengil, tapi Peter Parker versi Tobey lebih nerd dan terasa lebih pas. Memang sih chemistry Garfield dan Emma Stone ciamik, tapi ini film superhero bukan romance-comedy. Mahasiswa Elektro sangat disarankan untuk nonton film ini loh, karena musuh barunya ini manusia listrik #halah. Dari awal sudah banyak kritik terhadap The Amazing Spider-Man 2. Lalu kenapa aku tetap nonton? Tentu saja karena abang Dane DeeHan sebagai Harry Osborn (yang sayangnya sudah menikah). There are some villain that you just can't hate, right? And Dane DeeHan is one of them.

9. Godzilla 7/10
Cilla is coming home. Layaknya sebuah penebusan terhadap publik Jepang, Hollywood akhirnya membuat film Godzilla dengan lebih banyak mengekspos Jepang ditambah beberapa aktor dan aktris asli sana. Trailer yang sebelumnya hanya menampakkan sedikit sosok Cilla, akhirnya terbayar ketika bisa melihat sang raksasa di layar lebar. Dan kali ini Cilla dalam karakter protagonis, jadi semakin cute saja dia. Dengan efek yang tentunya jauh lebih canggih dari sebelumnya, Godzilla versi 2014 ini sukses menjadi pengobat rindu para penggemar film-film kaiju.

10. X-Men : Days of Future Past 9/10
Seriously, aku bukan pengagum franchise X-Men. Namun semua berubah ketika menonton film ini. Tak perlu khawatir, yang nggak ngikutin X-Men bisa mudeng kok. Overall, film ini keren keren kereeen sekali. Aktor dan aktrisnya yang banyak dan keren semua, sukses dengan perannya masing-masing. Tegang, sedih, sampai ketawa guling-guling campur aduk sepanjang film. Film terbaik 2014 untuk sejauh ini menurutku.

11. Edge of Tomorrow 8,5/10
Another science-fiction movie with alien invation on it played by Tom Cruise. Film yang diadaptasi dari novel Jepang berjudul All You Need is Kill ini punya jalan cerita yang keren sekali. Hey, film tentang invasi alien kan memang selalu keren. Live. Die. Repeat. Hidup, bertarung mencari jalan untuk bertahan hidup, kalau mati ulang dari awal. Begitu seterusnya, namun dikemas dengan apik oleh sang sutradara. Dan untuk mbak Emily Blunt, I adore you!

12. How to Train Your Dragon 2 8,5/10
Toothless is back! (dan tetap saja menggemaskan). Dengan jalan cerita yang lebih kompleks, How to Train Your Dragon 2 menjadi salah satu animasi yang ditunggu-tunggu. Lebih suka yang pertama sih, tapi yang kedua ini juga sangat sangat layak ditonton. Kita akan diajak untuk menjelajah ke tempat yang Hiccup dan Toothless belum pernah datangi. Kita akan diajak untuk tertawa dan bersedih dan tertawa lagi. Film keluarga yang sangat menyenangkan untuk ditonton bersama.

13. The Fault in Our Stars 8,2/10
Akhirnya adaptasi salah satu buku John Green menghiasi layar lebar. Sudah menunggu film ini sejak membaca bukunya. Buku tentang sepasang kekasih yang sakit kanker, namun tidak mendayu-dayu dan klise a la film romance pada umumnya. Buku, yang membuatku menitikkan air mata ketika membacanya. Sudah jera berekspektasi tinggi untuk sebuah film adaptasi, aku justru menikmati cerita sepanjang film. Tentu saja dengan soundtrack yang benar-benar mendukung cerita. Worth to watch? Iya. Orang paling keras kepala sekalipun pasti akan merasa tersentuh dengan cerita Hazel dan Augustus. Okay? Okay.

PS : Semua berdasarkan pendapat pribadi, ya.

Tidak ada komentar: