Jumat, 03 Oktober 2014

Apply Paspor Online di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

Jadi kali ini aku akan menulis tentang sesuatu yang (semoga) berguna untuk banyak orang (tumben loh aku nulis yang beginian, yuk tepuk tangan dulu)

Paspor bisa dibilang adalah KTP internasional untuk setiap orang yang ingin berkunjung ke negara lain secara legal. Dan menurutku, punya paspor bukan hanya untuk yang akan pergi ke luar negeri saja. Memiliki paspor berarti memiliki identitas sebagai warga dunia. Siapa tahu kita tiba-tiba menang kuis untuk liburan ke luar negeri dengan syarat telah memiliki paspor? Atau siapa tahu ada promo tiket pesawat murah dalam waktu dekat?

Sebenarnya sudah sejak lama aku berencana untuk mengurus paspor, tapi selalu batal karena nggak nemu waktu yang tepat. Sampai sekitar tiga minggu yang lalu, barulah ada alasan kuat agar aku segera mengurus paspor. Berbekal googling sana sini, akhirnya aku memutuskan untuk mengurus paspor online. Jadi, kronologinya seperti ini :
  1. Silakan buka website imigrasi Indonesia http://www.imigrasi.go.id/index.php kemudian klik pilihan paspor online di beranda website.
  2. Dari sana kita akan masuk ke website Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia. Pilih Pra Permohonan Personal, terus isi data diri. FYI, ketika aku cari info sebelum apply, prosedurnya adalah kita perlu upload dokumen-dokumen pendukung yang terdiri dari hasil scan hitam-putih KTP, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Nah, pas aku ngisi data diri, sempat bingung karena nggak ada perintah untuk upload apapun. Well, ternyata sekarang memang enggak perlu upload dokumen apapun kok.
  3. Setelah isi form, kita akan mendapat email yang berisi bukti pengantar untuk membayar di Bank BNI dan url link yang hanya bisa dibuka setelah kita bayar (form dilengkapi barcode di sisi kanan bawah). Pastikan untuk mencermati catatan di bukti pengantar itu yah. Nah untuk biayanya, ternyata sejak Juli 2014, paspor baru 48halaman dihargai 355.000 (sebelumnya 255.000).
  4. Ke Bank BNI terdekat untuk bayar (bawa print out bukti pengantar). Meskipun punya rekening BNI, tapi aku lebih memilih untuk bayar di teller karena menurutku lebih aman dan bisa tanya-tanya ke teller. Dan benar saja, setelah bayar kita dikasih tau nomor (lupa namanya tapi ada di bukti pembayaran) yang digunakan untuk membuka url yang diberikan pada email sebelumnya.
  5. Buka link url dari email bukti pengantar bank, isi form yang diperlukan, dan pilih tanggal kedatangan untuk wawancara di kantor imigrasi. Setelahnya, kita akan menerima email lagi berisi "tanda terima permohonan" sebanyak 3 halaman. Print form ini, isi data-data di halaman kedua dan ketiga, serta siapkan kelengkapan untuk datang ke kantor imigrasi. Yang perlu disiapkan adalah bukti pembayaran dari bank, fotokopi KTP, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Untuk yang sudah menikah sepertinya perlu buku nikah juga. Semuanya difotokopi dalam kertas A4 (jangan dipotong) dan jangan lupa membawa dokumen aslinya untuk ditunjukkan. Siapkan pula materai 6 ribu untuk surat pernyataan (disediakan di kantor imigrasi). Kalau kelupaan bisa beli materai dan fotokopi dokumen di koperasi.
  6. Pastikan untuk sampai di lokasi pagi ya kalau nggak mau ngantre banyak. Kantor imigrasi buka jam 8 dan aku sampai di sana jam 7. Dan taraaa... deretan orang yang antre sudah banyaaak. Karena polos nggak ngerti apa-apa, akhirnya ikutan baris di belakang. Sampai akhirnya ada bapak-bapak di belakang yang bilang ke istrinya kalau yang via online nggak perlu ngantre di barisan. Akhirnya aku ngikut bapak ibu tadi hihi. Jadi, memang yang apply paspor online kan nggak banyak jadi bisa langsung nunggu di depan pintu dan nanti akan masuk pertama kali. Enak kan :)
  7. Saat itu belum jam 8 tapi pintu sudah dibuka (mungkin karena terlalu banyak orang). Nah, yang online masuk duluan untuk scan barcode (di lembar tanda terima permohonan) kemudian mendapat nomor antrean. Loket via online juga dibedakan loh yaitu di loket F. Untuk yang manual, setelah masuk akan diberi map hijau berisi form yang harus diisi. Nah, kalau yang online udah tinggal duduk aja nunggu giliran ke loket. Sambil menunggu, kita diberi surat pernyataan yang harus diisi dan dibubuhi materai.
  8. Pas tiba giliran ke loket F, kita akan diminta mengumpulkan berkas forokopian, bukti bayar, dan surat pernyataan, serat menunjukkan dokumen aslinya. Jika sudah lengkap, berkas yang asli dikembalikan dan kita akan disuruh ke loket biometrik untuk proses selanjutnya. Nomor antrenya sama dengan nomor di loket F.
  9. Di loket biometrik ini yang agak lama nunggunya. Di dalam, kita akan diberi map hijau yang sudah berisi dokumen kita (diambil petugas dari loket F tadi) kemudian foto, ambil sidik jari, dan wawancara singkat. Pastikan menjawab pertanyaan dengan jujur dan tenang karena sebenarnya pertanyaannya hanya seputar nama, keluarga, alamat, tujuan pembuatan paspor, dan lain-lain.
  10. Setelah beres, isi dari map hijau yang akan dikembalikan ke kita hanyalah bukti pembayaran dari bank. Bukti ini harus disimpan baik-baik untuk pengambilan paspor. Paspor akan jadi dalam 5 hari. (aku ngurus hari Jumat, hari Rabu ngambil).
  11. Saat mengambil paspor, kita hanya butuh membawa bukti pembayaran bank dan antrenya nggak banyak kok. Untuk sampul paspor bisa dibeli di koperasi dengan harga 3 ribu rupiah.
Waktu yang dibutuhkan untuk semua proses hingga selesai adalah 1,5 jam. Kalau antre sebelum buka dihitung berarti 2,5 jam. Pokoknya jam 9.30 sudah keluar dari kantor imigrasi. Prosedurnya mudah dan cepat bukan? Berbeda dengan prosedur manual yang harus antre lama dan butuh ekstra waktu untuk mengisi formulir di map hijau. Yang terpenting, setiap prosesnya bisa dilakukan sendiri bahkan untuk orang awam sekalipun. Jika dulu instansi pemerintahan identik dengan adanya calo yang dianggap bisa memudahkan urusan, nampaknya saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku. Atau mungkin aku yang nggak melihat pergerakan mereka yah haha tapi aku rasa masyarakat sudah mulai paham bahwa instansi pemerintahan seperti kantor imigrasi adalah instansi yang bertugas memudahkan kepentingan masyarakat. Sehingga stigma yang mengatakan bahwa mengurus urusan administrasi pemerintahan akan dipersulit jika tanpa calo atau orang dalam perlahan mulai luntur kok. Bahkan terkadang kalau ada masyarakat yang dirugikan oleh instansi pemerintahan, mereka tidak akan segan untuk memfoto dan menyebarkan di media sosial. Menurutku itu bagus, karena sedikit banyak dapat mengurangi praktik-praktik kecurangan.

Okeh, panjang sekali ya ceritaku, tapi yang jelas mengurus paspor itu mudah kok. Yang susah itu ngurus buku nikah (karena pasangannya belum ada) #abaikan.

Selamat mengurus paspor! Selamat bersiap-siap untuk menjelajahi dunia! 

Tidak ada komentar: