Minggu, 08 Maret 2015

Mengurus Visa Amerika Serikat

Jika paspor adalah tanda pengenal bahwa kita termasuk masyarakat dunia, maka visa adalah ibarat pintu gerbang menuju sebuah negara. Sebagai warga negara Indonesia, ada negara-negara lain yang membebaskan visa bagi WNI. Ada juga yang memperbolehkan VoA (Visa on Arrival, diurus ketika tiba di negara tujuan). Dan yang tersulit, mengurus visa sebelum keberangkatan di kedutaan besar terdekat. Amerika Serikat sendiri termasuk dalam kategori terakhir. Meskipun tidak mengharuskan kita untuk memiliki tiket dan uang akomodasi selama di sana, pengajuan visa AS terkenal sulit dan tidak semua pengajuan dapat diterima.
Oke, sejak saat itu rasanya sudah jiper duluan karena takut pengajuan visa ditolak. Apalagi ini pertama kalinya aku mengurus visa. Aku mulai mencari tips-tips agar lolos wawancara, cara mengisi form yang benar, dan lain-lain. Tulisan dari Ariev Rahman ini sangat membantuku untuk memahami cara pengajuan visa. Mampir saja di link berikut: Langkah-langkah Mengurus Visa Amerika

Penjelasan di situ sudah sangat lengkap kok. Di bawah ini aku hanya nambahin sedikit ya. Jadi secara umum urutannya adalah begini :
  1. Membayar biaya pengajuan visa. Nah, harganya macem-macem tergantung jenis visa dan nilainya bisa berubah tergantung nilai tukar rupiah. Jika pengajuan visa kita ditolak, kita harus bayar lagi. Sedih kan.
  2. Mengisi form aplikasi pengajuan visa. Saat mengisi form ini, aku mengalami kegalauan yang tidak beralasan. Dari 10 orang yang ikut mengajukan visa, terdapat dua versi form. Takut dong ya kali aja ada yang salah prosedur begitu. Namun usut punya usut, ternyata form untuk pria dan wanita dibedakan. Jadi ga perlu khawatir kalau keterangan yang harus diisi berbeda-beda. Cukup isi yang diperlukan dengan jujur. Oh ya, ketika mengisi, kita diharuskan mengupload foto dengan ketentuan yang cukup ketat sebenarnya. Just follow the rules. Untuk yang berjilbab, asal muka kita terlihat dengan jelas, nggak akan jadi masalah. Jangan lupa pastikan bahwa foto dibuat dalam enam bulan terakhir, karena petugas kedutaan jeli banget. Salah satu teman sampai harus mencari studio foto untuk foto ulang karena yang dia upload adalah foto untuk visa Jepang yang telah berakhir masa berlakunya dua bulan lalu.
  3. Membuat jadwal wawancara. Hmm kalau bagian ini rasanya tidak perlua banyak cingcong. Pilih hari dan jam yang tepat. Hanya saja kalau mengajukan visa sekeluarga, wawancara bisa dilakukan secara berkelompok, lho. Setelah jadwal beres, segera kumpulkan dokumen yang diperlukan untuk datang wawancara seperti paspor, bukti wawancara, bukti form aplikasi, bukti pembayaran, dan surat sponsor atau surat penerimaan yang menyatakan tujuan kita pergi ke Amerika.
  4. Datang wawancara di kedutaan besar Amerika Serikat. Ada dua kedutaan AS di Indonesia yang dapat didatangi untuk melakukan wawancara yaitu Jakarta dan Surabaya. Aku dan teman-teman tentu saja mengurus di Surabaya. Dari luar, meskipun termasuk bangunan baru, namun sudah terlihat seramnya. Ternyata, petugas di sini ramaaaah sekali. Pemeriksaan yang dilakukan juga memang sesuai dengan prosedur dan kita akan diarahkan dengan baik.
    US Consulate General
    Sekadar saran, lebih baik menggunakan kendaraan umum atau diantar untuk datang ke kedutaan. Karena selain nggak ada tempat parkir, yang boleh masuk hanya yang melakukan pengajuan. Kecuali ada yang mau panas-panas di pinggir jalan, sih. Selain itu, pastikan ketika masuk tidak bawa barang banyak. Toh semua barang selain dokumen dititipkan. Agar tidak bosan ketika menunggu di dalam tanpa gadget, ngobrol lah dengan kanan-kiri.
Wawancara yang dilakukan cukup singkat. Aku hanya ditanya nama, apa yang akan dilakukan di sana, dan ditanya juga tentang Model United Nation itu ngapain aja.
Wawancara ditutup dengan ucapan "Your visa has been approved. Have a nice trip!" diselingi senyuman dari mas bule pewawancara. Setelah deg-degan berhari-hari, akhirnya pengajuan visa kami bersepuluh diterima. Memang sejak pagi belum ada yang ditolak sih pengajuannya. Beda sekali rasanya dengan cerita orang-orang di kedutaan AS di Jakarta. Oh ya, selain itu, setelah pengajuan di-approved, kita tidak akan diberi lembaran kertas seperti yang dijelaskan di website kedutaan. Jadi kita akan pulang dengan membawa sisa dokumen yang tidak diminta untuk dikumpulkan beserta perasaan bahagia karena mendapat kunci gerbang memasuki negeri Paman Sam. Sekitar seminggu kemudian, paspor sudah bisa diambil di tempat yang ditentukan.

Dapet bintang dua :"|

Overall, mengurus visa Amerika tidak semenyeramkan yang aku pikir. Asalkan tujuan kita baik dan jelas, niat kita benar, melengkapi semua persyaratan dan prosedur, maka pewawancara akan dengan mudah menerima pengajuan kita. Tidak perlu takut karena memiliki nama muslim, berhijab, paspor masih kosong oblong, dan belum memiliki biaya hidup di sana. Ah ya satu lagi, beberapa visa termasuk milikku mendapatkan dua tanda bintang di bawah foto. Tanda bintang menunjukkan tingkat keamanan orang tersebut. Semakin banyak bintang, maka semakin dianggap bahaya. Hah! Deg-degan ku berlanjut hingga di bagian imigrasi bandara.

Welcome to the city that never sleeps!

Aku tidak tahu apakah semua petugas imigrasi jutek atau tidak. Yang jelas ekspresi mereka seperti tidak ingin melihat muka kita lebih lama lagi. Sempat terjadi kesalahpahaman ketika kita hanya mengisi satu immigration declare form, karena kami menganggap kami satu rombongan. Akhirnya kami satu per satu harus menulis di depan bilik petugas imigrasi yang huh mukanya sangat tidak sabaran (pengen banget moto tapi di sini dilarang mengambil gambar).
Tapi hey, ternyata bintang dua tadi tidak menjadi masalah. Aku keluar dari bagian imigrasi dengan relatif cepat dan mengambil bagasi yang sebenarnya berisi beberapa makanan instan dari Indonesia dengan selamat.

1 komentar:

crj1000 mengatakan...

nice info. terimakasih. saya baru dapet visa, cari2 apa arti bintang dua. ternyata level keamanan masing2 orang ya.