Minggu, 08 Maret 2015

New Experiences, with New Family, in New York City

New York tidak pernah tertuilis dalam bucket list tempat yang ingin kukunjungi. Jadi ketika sampai di sana, aku tidak memiliki ekspektasi apapun dan keinginan untuk pergi ke spot tertentu, kecuali Barnes & Nobles, toko buku terkenal dari Amerika Serikat.

Love/hate relationship. Mungkin itulah kesanku untuk New York. Ada beberapa bagian kota yang sangat aku suka, namun ada juga bagian yang tidak. Bagiku, New York adalah tempat dimana mimpi bisa diwujudkan, atau justru dilupakan.

Apa yang kusuka? Energi dan keeleganannya. Gedung hiburan, perkantoran, dan makanan yang biasa aku lihat di film, akhirnya dapat kulihat dengan mata kepala sendiri. Aku dapat menemukan beragam hal di sini sehingga cocok disebut surga bagi yang suka berbelanja. Lalu apa yang tidak kusuka? Keramain, kebisingan, hiruk pikuk orang yang seakan dikejar tagihan hutang. Di kota sebesar dan semodern ini pun, masih banyak homeless.

Hanya tiga hari aku mendapat kesempatan berkeliling di kota yang tak pernah tidur ini. Tentu saja tidak cukup. Pulang ke Indonesia, aku justru menemukan banyak artikel tentang kedai kopi, restoran, ataupun toko buku wajib dikunjungi yang luput dari itinerary kami.

Hari pertama di New York,
Di Apple Store
Frozen Central Park
(Photo taken by Ilmi)
Hari kedua di New York,
Di Bus dari Newark (Photo taken by Ilmi)

New York from ferry to Staten Island (Photo taken by Ilmi)

The Liberty! (Photo taken by Ilmi)





Grand Central Station (Photo taken by Adit)

(Photo taken by Adit)

 Hari ketiga di New York,



(Photo taken by Yabes)


(Photo taken by Adit)

See you on next post!

Tidak ada komentar: