Jumat, 24 Juli 2015

Review Film Januari-Juli 2015

Akhirnya sampai di pertengahan tahun 2015. Hingga bulan Juli ini, film-film yang menghiasi bioskop cukup banyak yang bagus. Namun karena repot ini-itu, ada beberapa film yang terlewati. Paling nyesel tentu saja karena enggak nonton Mad Max: Fury Road. Sedihnya ampe sekarang. So, rapatkan barisan, inilah sedikit pendapat saya tentang film yang aku tonton pada Januari-Juli 2015.

1. Fifty Shades of Grey 4,5/10
Pertama kalinya nonton di luar negeri dong. Nontonnya di New York dong. Mumpung film ini enggak masuk di Indonesia, maka dalam kesempatan berkunjung ke US kemarin, nonton film ada dalam itinerari. Keputusan untuk tidak mengizinkan film ini masuk Indonesia memang sudah benar kok. Bukan karena kontennya dewasa, bukan, namun karena cerita yang tidak penting. Jauh sebelum adanya film ini, Fifty Shades of Grey adalah fanfiction dari Twilight Saga, yang karena banyak penggemarnya, akhirnya dijadikan buku. Akupun membaca salah satu bukunya. Lalu bagaimana dengan filmnya? Kata teman-teman yang nonton juga, filmnya nanggung. Mending sekalian aja nonton film biru.

2. Kingsman: The Secret Service 7,8/10
Selalu senang dengan film tentang mata-mata begini. Film ini bercerita tentang Eggsy yang diperankan oleh Taron Egerton, direkrut oleh Hart (Collin Firth) sebagai agen rahasia untuk sebuah misi penyelamatan dunia. Cerita yang simpel kan? Namun karena yang bikin adalah orang yang sama dengan yang bikin Kick-Ass, maka film ini penuh joke-joke pengocok perut dan nggak garing. Agak kesel juga sama LSI karena ternyata ada satu scene berdurasi yang cukup panjang dipotong tanpa ampun. Tapi tetap bisa ditonton di Youtube kok. Kesimpulannya, Kingsman: The Secret Service adalah anak bawang yang harus diperhitungkan.

3. The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water 7,0/10
Kebetulan nonton yang 3D karena traktiran satu lab. Guyonannya tidak sejayus seri kartun SpongeBob yang di TV sih, tapi ada beberapa joke yang emang bikin ngakak. Dari segi cerita juga lebih suka The SpongeBob SquarePants Movie (2004). Versi seri animasinya sudah yang terbaik lah, ya. 

Who lives in a pineapple under the sea?
"Spongebob Squarepants"
Absorbant and yellow and porous is he!
"Spongebob Squarepants"

4. Run All Night 6,5/10
Liam Neeson kembali beraksi kejar-kejaran. Tapi bukan, ini bukan kelanjutan seri film Taken, kok. Kali ini Om Liam menjadi pembunuh bayaran yang sudah tobat, namun harus berhadapan sekali lagi dengan penjahat karena keamanan keluarganya terancam. Premis khas film om Liam kan ya haha. Dan overall, tidak ada yang istimewa dari film ini. Seru dan cukup tersentuh dengan sisi drama keluarganya, tapi yaudah setelah nonton orang akan lupa. Akhir kata, nasibnya sama saja dengan A Walk Among The Thombstones. Mungkin Om Liam ingin lepas dari imej Taken, tapi jangan gini juga dong Om premis dan eksekusinya.

5.  Insurgent 6.0/10
Sekali lagi, berharap terlalu tinggi itu tidak baik. Sekuel Divergent ini bahkan lebih parah daripada pendahulunya. Enggak ngerti lagi deh. Sayang sekali padahal ada deretan pria cute seperti Theo James, Ansel Elgort, dan Miles Teller. Ah ya, si mas Teller ini stealer banget di Insurgent. Pengen njitak tapi lucu haha bingung kan. Yasudah, mari kita tunggu Allegiant yang ternyata akan dibagi dalam dua part. Sejelek apapun tapi kalau adaptasi buku young-adult emang enggak pernah kapok untuk nonton.

6. Furious 7 8.0/10
Ketawa, tegang, terharu, tegang lagi, ketawa, mbrebes mili, mulai menitikkan air mata, nangis. Kira-kira begitu alur hati ini ketika nonton Furious 7. Aksi balapan yang menggila itu mungkin sudah seringkali kita tonton baik di prekuel atau film aksi lainnya. Namun seri ini beda, jelas sangat beda. Farewell dari Paul Walker tentu saja adalah daya tarik utama bagi penonton. Paul bukanlah aktor favoritku, tapi aku suka dengan pribadi dan karyanya. Dan jelas kepergian Paul adalah kehilangan yang besar khususnya untuk penggemar franchise Fast and Furious. Goodbye, Paul Walker! :")

7. The Avengers: Age of Ultron 8.0/10
Tipikal film Marvel. Haha jujur bingung harus komentar apa. Superheroes dengan berbagai keahlian bersatu menjadi satu menjalankan suatu misi, yasudah dari segi efek visual pasti jaminan bagus. Dari cerita juga oke, ada sisi emosional tiap avenger yang ditunjukkan dengan apik. Selain itu ada dua tokoh baru si kembar Quicksilver dan Scarlet Witch yang penampilannya punya kesan tersendiri. Ah ya, tiap lihat si Stark sama Steve bawaannya pengen Civil War cepat tayang!

8. Jurassic World 8.2/10
Kalau raptor aja nurut sama Chris Pratt, gimana para cewek? Di opening film, terdengar score khas film Jurassic Park, yang bikin pengen balik jadi anak kecil aja. Jurassic Park adalah salah satu film favoritku, dan Jurassic World yang semacam remake (plot cerita sama, hanya lebih modern) ini sanggup mengobati kerinduanku dengan aksi Dr. Alan Grant. Ditambah lagi dengan penampakan taman Jurassic World yang indah serta mas Chris Pratt yang indah juga muka dan badannya. Pas.

9. Ant-Man 8.1/10
Ant-Man adalah pertaruhan lainnya yang dilakukan Marvel setelah Guardians of The Galaxy. Dan seperti juga Guardians of The Galaxy, pertaruhan itu berhasil. Ant-Man, yang merupakan epilog dari fase kedua Marvel Universe jelas tidak seterkenal dan semegah Iron Man atau bahkan The Avengers, namun kisahnya manis dan menyenangkan. Humornya juga pas dengan seiring berjalannya cerita, kadang cerdas, kadang sarkas. Ketiga teman Scott yang tengil itu jelas stealer, terutama si Dave. Namun seperti kekurangan film Marvel lainnya, si tokoh jahat kisahnya kurang epic. Ohya, di sepanjang film banyak easter-eggs untuk film-film Marvel selanjutnya. Dan seperti biasa, jangan beranjak terlalu cepat ketika film berakhir karena ada dua post credit scenes yang salah satunya menunjukkan scene dari Civil War. I really can't wait!

Sampai bertemu di review ala kadar selanjutnya!

Tidak ada komentar: