Sabtu, 26 September 2015

Sunrise di Gunung Bromo

Ada yang beda dengan serah terima jabatan koordinator asisten kali ini. Kalau biasanya dilakukan di lab, kali ini kami sertijab di Bromo. Anti-mainstream, kan.

Jadi awalnya rencana liburan ini hanyalah sekadar wacana belaka. Pengen ke Bali lah, Lombok, Dieng, Malang, tapi ya enggak jadi-jadi. Kayaknya memang harus tanpa rencana terus langsung berangkat begitu saja sih, ya. Jadi setelah rapat evaluasi dan musyawarah penentuan koordinator asisten yang baru, malamnya kami memutuskan untuk menuju ke Bromo.

Rombongan dibagi dalam tiga mobil dan kami berangkat sekitar jam 10 malam. Karena yang nyetir pake NOS semua, perjalanan malam itu relatif singkat. Jam 2 dinihari kami sampai di lokasi. Sekitar jam 3, kami mulai menuju ke Bukit Penanjakan. Untuk bisa melihat sunrise di Bromo, ada dua tempat yaitu Penanjakan 1 dan Penanjakan 2. Aku juga enggak paham kenapa ini anak-anak pilih Penanjakan 2. Ngikut ajalah saya ini pokoknya. Dari awal sudah banyak yang nawarin jeep, ojek motor, atau kuda. Tapi karena kata para pria jalannya ntar cuma sebentar, maka aku percaya saja dan siap berjalan kaki. Ternyata nggak sedekat yang kupikirkan haha, jadi buat yang gampang capek atau mau ngejar sunrise banget, sebaiknya menggunakan jasa transportasi saja.

Gunung Bromo termasuk gunung yang mudah dan aman untuk ditaklukkan. Ya, karena memang tujuannya untuk wisata sih, jadi akses untuk ke sana sudah diatur. Sampai di atas pun sinyal ponsel tetap kenceng.

Jadi gimana rasanya?

Yang pertama kali kurasakan adalah takjub. Langitnya cerah walaupun si bulan sedang dalam siklus yang cukup penuh. Jadi bintang-bintang keliatan buanyak #terharu. Yang kedua adalah capek karena aku salah kostum pakai jeans dan wakai. Kalau masalah dinginnya, nampaknya lemak di badan cukup bekerja optimal.

Silakan dinikmati foto-foto perjalanan kami berikut. Ceritanya sambil nyobain si mirrorless gitu.

Pas awal sampai di Penanjakan 2. Mataharinya udah ngintip aja.

Kaki langit #ahsek

*no caption*

Inilah tujuh cewek yang walaupun sempat sambat terus, tapi akhirnya sampai juga haha. Ada yang sampe nangis juga sih.

Foto wajib

Foto wajib dalam jarak lebih dekat

Pakai mode sunset di pilihan smart mode-nya Samsung NX3000

Desir pasir di padang tandus~ Segersang pemikiran hati~ *brb pakai cadar*

Kiri - Nanda, Kooras baru, Kanan - Kooras lama-yang-katanya-punya-katalog-cewek-seITS-dan-sekitarnya-yang-siap-disepik-kapan-aja.


Sayang kalian, rek :")

Misty mountains

Udah agak siang. Mulai panas dan kami mulai turun dari Penanjakan

Yuk pulang~

Karena keterbatasan waktu (ngejar sholat Jumat ceritanya), sudah lelah, dan ga ada budget, maka kami tidak pergi ke kawah atau ke pasir berbisik atau ke bukit teletubbies. Jadi sebenarnya kami belum ke Gunung Bromo-nya itu sendiri hahaha. Next time boleh lah ya!

Tidak ada komentar: