Kamis, 05 November 2015

Review : Mr. Robot (2015)

It's good to be back. Kali ini aku akan sedikit membahas tentang serial yang selesai kutonton sekitar sebulan yang lalu, sebelum wisuda. Nah, sebenarnya bukan sibuk sih -karena in fact, sampai sekarang aku masih nganggur aja di rumah- tetapi memang baru sempat nulisnya sekarang.


Welcome to the fsociety, bitches!

Mungkin memang benar adanya bahwa tv series di Amerika sana sedang ada di puncaknya. Dalam beberapa tahun ini menurutku film-film Hollywood hanya menawarkan visual yang enak dipandang tanpa cerita yang memorable. Berkebalikan dengan itu, tv series justru mampu memberikan cerita yang kuat dan kesan yang dalam, salah satunya yang aku bahas ini.

Konsep cerita dalam Mr. Robot bukanlah sesuatu yang baru. Setelah nonton pasti kalian akan teringat dengan beberapa film sekaligus. Jadi apa yang disajikan dalam serial ini? Mr. Robot membawa konsep kehidupan seorang hacker bernama Elliot Alderson (diperankan oleh Rami Malek) yang ketika siang hari bekerja sebagai di perusahaan keamanan cyber lalu malamnya menjelma sebagai vigilante dengan ilmu hacking-nya. Elliot memiliki kepribadian yang aneh, anti sosial, nerd, tapi jenius banget, sehingga dia harus rutin ke psikiater.

Problematika yang dihadirkan di serial ini beragam, setiap karakter punya andil penting, dan cerita berkembang dengan baik adalah sisi positif dari Mr. Robot. Penyampaian cerita sebagian besar dilakukan dengan bentuk narasi yang disampaikan Elliot untuk dirinya sendiri dan dengan menggunakan kata "you" yang ditujukan kepada penonton. Setiap proses hacking yang dilakukan nggak terkesan ajaib dan memungkinkan untuk dilakukan. Kalau nggak ngerti dengan istilah-istilah di sini (seperti aku), googling dikit juga ketemu kok. Meskipun ceritanya cukup kompleks dan depresif, namun twist yang ada bisa ditebak sejak awal episode. Yah, tapi tetap saja aku yang nonton selalu penasaran bagaimana Elliot akan menyelesaikan segalanya episode demi episode. Ada dua aktor lain yang menurutku stealing sekali, yaitu Christian Slater yang cuocok banget jadi Mr. Robot, dan Martin Wallstrom sebagai Tyler Wellick sang sociopath yang logat swedish-nya haduh banget. Oh satu lagi, ada mbak-mbak hacker berjilbab juga lho di sini.

(Enggak berani cerita banyak takutnya malah bikin spoiler kan nggak asyik ntar)

Terlepas dari itu semua, yang membuat aku jatuh cinta dengan serial ini adalah dialog-dialog yang dengan sarkasnya menggambarkan kehidupan kita saat ini.


Kepribadian Elliot digambarkan sebagai orang yang nggak peduli dengan society dan nggak tau how to fit inHe doesn't do Facebook, Instagram, or anything of the sort and he exposes the lies people tell every day by discovering the worst in them. Berkebalikan dengan kita yang cenderung nggak bisa lepas dari media sosial. Nge-share video-video lucu, mengaharukan, dan inspirasional di Facebook; berkicau tentang segala hal, kultwit, atau twit-war di Twitter; posting foto-foto makanan dan quotes motivasi nan menggelegar di Path; atau upload foto-foto kafe hits terbaru, foto traveling, dan plesiran di Instagram. I'm a social media(s) user too. Makanya ya jleb juga setelah nonton ini.

Dan scene yang menurutku sangat epic adalah saat Mr. Robot speech di area Times Square, yang tentunya bikin kangen New York City.


Is any of it real? I mean, look at this. Look at it! A world built on fantasy. Synthetic emotions in the form of pills. Psychological warfare in the form of advertising. Mind-altering chemicals in the form of... food! Brainwashing seminars in the form of media. Controlled isolated bubbles in the form of social networks. Real? You want to talk about reality? We haven't lived in anything remotely close to it since the turn of the century. We turned it off, took out the batteries, snacked on a bag of GMOs while we tossed the remnants in the ever-expanding Dumpster of the human condition. We live in branded houses trademarked by corporations built on bipolar numbers jumping up and down on digital displays, hypnotizing us into the biggest slumber mankind has ever seen. You have to dig pretty deep, kiddo, before you can find anything real. We live in a kingdom of bullshit. A kingdom you've lived in for far too long. So don't tell me about not being real. I'm no less real than the fucking beef patty in your Big Mac.
--Mr. Robot
Pedih tapi bener banget kan kata-kata si Mr. Robot di atas.

Oh, I really can't wait for the season two!

Tidak ada komentar: