Senin, 21 Desember 2015

Review Film Agustus-Desember 2015

2015 hampir berakhir. A lot of things happened. Mulai dari wisuda hingga suka duka menjadi jobseeker. Pas bikin review ini baru sadar, ternyata cuma nonton sedikit film antara Agustus hingga Desember. Di samping harga tiket yang makin mahal dengan budget yang tidak bertambah, pilihan film yang ada juga tidak begitu menggugah selera. Rasanya tahun ini tidak ada lagi film yang paling ingin ku tonton selain Star Wars: The Force Awakens haha. Okelah, biarkan saya menuliskan sedikit review tentang film yang aku tonton.

1. Inside Out 8,5/10


Pixar berulah lagi dan selalu dibuat takjub dengan karya studio animasi ini. Diawali dengan short film berjudul Lava yang bagus banget, Inside Out adalah sebuah film yang menurutku lebih cocok ditujukan untuk dewasa. Bukan karena konten, namun karena pesan yang diselipkan di cerita. Cerita secara umum berkisar pada macam-macam emosi di dalam tubuh seorang anak yang mulai menuju remaja. Emosi di dalam kepala ini dihidupkan sebagai karakter Joy, Sadness, Anger, Disgust, dan Fear. Nah di sini diceritakan bagaimana proses pendewasaan berpengaruh pada emosi dan memori masa kecil kita. Jadi adil nih, yang anak-anak bisa ketawa karena cerita lucunya, yang dewasa bisa nangis deh karena jleb banget langsung kena hati.

2. Paper Towns 6,0/10


Paper Towns adalah tulisan John Green favoritku. Mendengar kabar bahwa akan diadaptasi menjadi film dengan Cara Delevigne sebagai pemeran utama dan melihat film The Fault in Our Stars hasilnya cukup memuaskan, tentu saja aku berharap banyak pada Paper Towns. Namun nyatanya malah dibikin sebel sama film ini. Nggak ada nyawa, seakan asal dibuat, dan mbak Cara keliatan masih kaku banget aktingnya. (ampuuun, apalah aku ini komen jelek tentang mbak Cara).

3. Maze Runner: The Scorch Trial 7,0/10


Lagi-lagi dikecewakan oleh sekuel young-adult-dystopian-adaptation. The Maze Runner yang pertama aku suka lho. Tapi entah kenapa yang kedua kok jadi tidak makin bagus begini. Entahlah, karena aku juga tidak baca bukunya, tapi cerita di sekuel ini seperti menghilangkan identitas tentang misteri "the maze" yang sudah dibangun apik di film pendahulunya. Semoga ada perbaikan di film ketiganya, deh.

4. Little Prince 8,0/10


Setelah Inside Out, ini film animasi kedua yang kutonton. Dan keduanya sama-sama nyebelin (in a good way). Little Prince adalah cerita klasik yang telah dikenal luas dan termasuk salah satu buku terlaris di dunia. Adaptasi filmnya itu sendiri telah dibuat beberapa kali. Nah, yang terbaru ini, menawarkan animasi yang begitu indah di mata. Sekali lagi, film animasi yang selalu identik dengan anak-anak, berhasil membuat orang dewasa (red: saya) merenungkan hidupnya haha.

5. Spectre 7,2/10


Beware, pembahasan Spectre akan banyak nih.
Selama hampir 15 menit pertama sebelum video klip Sam Smith yang kinky dengan falseto yang ganggu itu, aku begitu takjub dengan Spectre. Penonton langsung dihantam dengan James Bond yang sedang berada di sebuah parade diiringi musik menggelegar. Lalu ketika cerita mulai terbangun dengan pengenalan tokoh villain, aku masih wah sekali. Selanjutnya? Flop banget. Sayang sekali penampilan (yang katanya) terakhir Daniel Craig di James Bond, malah si om ini keliatan ogah-ogahan aktingnya. Christoph Waltz adalah aktor yang pas untuk jadi villain. Tapi sayang sekali malah nggak digunakan dengan baik nih. Belum lagi motif jahatnya cemen banget gitu. Untuk Bond girl-nya, okelah tante Monica Belluci dan mbak Lea Seydoux memang mempesona. Namun seorang Monica Belluci cuma diberi durasi yang begitu singkat is such a waste. Dan mbak Lea sebagai Madeleine Swann masih kurang nih kalau memang diproyeksikan sebagai pengganti Vesper Lynd (di hati Om Bond). Stealer malah aku dapatkan dari Mr. Hinx yang badass banget jadi pemburu James Bond. Udah lah, Casino Royale tetap James Bond terbaik versi Daniel Craig!

6. Star Wars: The Force Awakens 9,2/10
Do I really need to give a comment to a movie that I've been waiting for years?


Dari opening crawl aja sudah merinding sangat. Karena menampilkan banyak karakter baru nih, seperempat jam pertama digunakan untuk mengenalkan mereka dan bagaimana mereka bisa bertemu. Selanjutnya, silakan nikmati sendiri aksi perang bintang yang digarap dengan begitu epic sama J.J. Abrams. Silakan mengagumi perkembangan karakter Finn yang kocak, Rey yang fearless, Poe yang cool, dan Kylo Ren sang baby Darth Vader yang masih labil emosian. Silakan juga bernostalgia dengan Chewbacca, Han Solo, dan Leia. Terima kasih J.J. Abrams, we need more people like him to make sequels, reboot, or re-make old-but-good movies.

Tidak ada komentar: