Jumat, 01 April 2016

The Struggles of Being a Jobseeker

Sudah tiga bulan nih nggak sambang ke blog.
Nggak, aku nggak berniat untuk nulis tentang April fool's day, kok. Sesuai dengan judul, aku akan bercerita tentang all the things happened in the last three months.

Jadi ketika membuat tulisan ini, bisa dibilang aku telah menentukan arah hidup ini mau dibawa kemana #apasih. Setelah enam bulan kerjaanku hanya gegoleran di rumah, nontonin tv series dan film atau baca buku, akhirnya sebentar lagi akan menjalani kehidupan manusia dewasa pada umumnya. Sounds boring, huh?

Dan cerita tentang mencari kerja ini panjang sekali. Diawali dengan keraguan antara lanjut sekolah atau mencari kerja, disambut dengan penyebaran berkas lamaran dari berbagai lini, dilanjutkan dengan sederetan tes di tiap perusahaan, dan diwarnai dengan kegagalan. Oiya, kenapa aku memilih bekerja bukan lanjut kuliah? Aku akan lanjut kuliah kok, tapi nanti ya. #asikasik #terusnikahnyakapan. Oke, biarkan saya jelaskan satu per satu mulai dari tes pertama.

1. Schlumberger
Daftar Schlumberger ini murni karena keisengan belaka. Dateng tes tanpa persiapan apapun. Tes pertama (wawancara awal) lolos, namun gagal di tes tulis #yaiyalah.

2. PT. Pupuk Indonesia Holding Company
Inilah rekrutmen dengan durasi yang paling lama. Hingga aku menulis ini pun belum ada pengumuman akhir. Rekrutmen dimulai bulan September. Tes awal adalah TPA, satu bulan kemudian psikotes, satu setengah bulan kemudian tes kesehatan, satu bulan kemudian interview user, dan satu setengah bulan kemudian interview direksi yang baru aku lewati seminggu yang lalu. Jadi, tes terpenting dari Pupuk Indonesia sesungguhnya adalah tes kesabaran menunggu hasil pengumuman haha.

NB: Setelah akhirnya ambil PLN dan selesai ikut kesamaptaan, akhirnya keluar pengumuman akhir rekrutmen PIHC ini. Alhamdulillah lolos. Tapi ya, akhirnya tetap di PLN juga ehehe.

3. PT. Kereta Api Indonesia
PT. KAI laris manis diserbu jobseeker di bursa karir ITS September lalu. Tahapan rekrutmennya dimulai dari tes kesehatan awal yang bersamaan dengan penyerahan berkas. Jika lolos, maka lanjut dengan tes wawancara, psikotes, dan tes kesehatan yang dilakukan tiga hari berturut-turut jika lolos terus. Hasilnya? Alhamdulillah lolos. Tapi yang ada malah rasa galau berkepanjangan. Pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak. Kalau ditanya kenapa, menurutku it wasn't the right time. (lagian kalo aku ambil, aku gabisa nonton Star Wars The Force Awakens di bioskop eheheh).

4. PT. Pupuk Petrokimia Gresik
Awalnya lowongan untuk elektro hanya dibuka untuk cowok, namun menjelang penutupan akhirnya cewek boleh daftar juga. Hidup perempuan! Tes awal yang dilaksanakan bulan Desember kemarin, adalah tes akademik. Kemudian jika lolos dilanjutkan psikotes esok harinya. Psikotes dari petro ini menurutku yang paling beda (((nyari excuse ehehe))) di antara perusahaan lain yang pernah aku coba. Dan akhirnya langkahku terhenti di sini.

5. PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB)
Rekrutmen PT. PJB dilakukan pada pertengahan bulan Januari kemarin. Tes awal akademik, kemudian tes kedua adalah psikotes dan FGD+interview psikolog. Nah tes ketiga adalah tes kesehatan. Sayangnya, bertepatan dengan tes kesehatan PLN. Dan aku lebih memilih tes kesehatan PLN soalnya kan gemes pernah ditolak, jadi bertekad mau nyoba lagi.

6. PT. PLN (Persero)
I tried. I failed. I tried again. I failed again. I tried once again. I passed.
Inilah perusahaan paling mainstream untuk mahasiswa teknik elektro, sekaligus paling banyak memberikan pengalaman asam manisnya menjadi jobseeker. Aku sampai harus mengikuti tiga kali tes sebelum akhirnya lolos lho, haha. Tes pertama ketika rekrutmen direct shopping di Jogja, saat masih jamannya garap tugas akhir. Hasilnya, aku berakhir di tes fisik yang menurutku karena aku overweight. Di sinilah titik balik segala hal. Karena gemes nggak lolos nih, akhirnya aku mulai menurunkan berat badan. Lalu muncul rekrutmen selanjutnya sebelum wisuda. Dan kali ini aku berhasil lolos melewati tes fisik. Bahagia dong ya. Eh ternyata nggak lolos lagi di tes kesehatan lanjutan (laboratorium). Makin gemes sama PLN dong. Akhirnya mencoba untuk hidup sehat layaknya atlet olimpiade. Nah, di rekrutmen yang ketiga inilah akhirnya bisa lolos sampai tes terakhir. Finally.

Jadi apakah ini pilihan yang tepat? Entahlah. Yang jelas menurutku it's the right time. Enam bulan merasakan "me time" rasanya sudah cukup. So wish me tons of luck for everything I'll face ahead.

Tidak ada komentar: