Senin, 15 Agustus 2016

August Rush

Hello there! 
Judul postingan ini sama kayak judul film ya. One of my favorites, lho. Tapi kali ini bukan mau nge-review haha. Jadi di sore hari yang nggak ada kerjaan di kosan, tiba-tiba nemu meme yang isi intinya ngingetin tahun 2016 ini sudah tinggal empat bulan. Sudah ngapain aja delapan bulan kemarin? Mau nggak mau jadi ikutan merenung gegara meme sederhana itu.

Dan baru sadar juga terakhir kali nulis di blog empat bulan yang lalu.

So where have I been?
Semuanya berawal dari proses rekrutmen yang mengharuskanku bolak balik Jogja dan Semarang dari Januari-Maret. Nah setelah akhirnya lolos di PLN, mulailah kehidupanku menjadi siswa dari pertengahan April hingga tulisan ini dibuat.

Dimulai dengan mengikuti proses kesamaptaan selama 10 hari di Pusdikpom Cimahi. Di sini isinya jalan sambil nyanyi, baris, makan diitungin, dengerin materi sambil ngantuk, baris lagi, makan lagi, apel, kadang push-up dan merayap, begitu seterusnya hingga hari ke-delapan.

Tebak saya yang mana

Dua hari terakhir barulah ke Cikole. Main outbond, paintball, caraka malam, survival, sampai makan ular. Yang paling seru juga nih, dapat kesempatan ikut tim kolonel senjata untuk tampil di upacara penutupan. Mayan cuy tau rasanya nembak.

Ini ceritanya lagi nyanyi gitu~

Geng vegetarian yang menolak pemakan ular

Lalu dilanjutkan pengenalan perusahaan selama kurang lebih lima hari di Jakarta. Di sini.... penuh dengan pengalaman yang tak terlupakan haha. Mulai dari panasnya barak, komandan yang rewel, sampai ikan piranha legendaris yang menemani menu makan kami beberapa kali.

Barak saksi bisu suka duka di Rindam Jaya

(Abaikan muka kucel sisa samapta saya)

Hingga datanglah sedikit angin segar kebebasan yang sekaligus menjadi saat-saat terbaik menjadi siswa yaitu masa pembidangan di Udiklat Semarang. Gimana nggak enak, lha kerjaan kita sehari-hari adalah apel pagi sebelum ke kelas, belajar sampai jam 5 sore (bisa tidur dan kadang pulang cepet), malam apel lagi. Makan disiapin tiga kali sehari, snack dua kali. Kamar ber-AC, ada TV, galon, kopi, teh, gula disiapin, mess dibersihin tiap pagi, baju dicuciin. Tiap weekend bisa pergi keluar dengan radius tertentu atau delivery order makanan. Enak banget kaaan.

Engineering SCADA kelas C

Di sini baju kami hanya seputar kalo enggak putih hitam ya dua stel baju olahraga ini :")

Untunglah punya teman satu mess yang warbiyasak!

Dan cewek-cewek sekelas yang ngeselin tapi ngangenin

Sekalinya boleh keluar, nggak pulanag sampai tengah malam

Jadinya sedih pas inagurasi :(

Bonus foto liburan kami

Lalu tibalah masa OJT yang sekaligus adalah fase terakhir sebagai siswa. Entah kenapa dapat kota yang tidak pernah ada di bayanganku sebelumnya, Medan. Pertama kalinya ngekos sekaligus pertama kalinya pergi ke luar Jawa. Setelah hidup enak pas pembidangan, sempat kewalahan juga jadi anak kos yang harus nyiapin segalanya sendiri. But hey, what doesn't kill you makes you stronger. Setelah itu akhirnya mulai terbiasa juga.

Anak Medan, horas!
Di perantauan bersama tiga cewek strong ini. Dari kiri : Mbabo, Mohi, Meicita


This is what we do
Kalau kata orang-orang, OJT itu on job traveling. Maka sampailah kami di Danau Toba.

Nah jadi kenapa judul tulisan ini August Rush?

Karena di bulan ini lagi in rush mode sekali. Ada deadline project dan karya inovasi sebagai syarat kelulusan yang harus diselesaikan. Belum lagi kangen sama keluarga di rumah. Belum lagi kangen sama teman-teman lama. Belum lagi kangen sama kamu yang di sana. Belum lagi mulai lelah jadi anak kosan. Belum lagi mikirin mau ditempatin dimana setelah pengangkatan haha.

Dari kronologi di atas, bisa dibilang tahun 2016 sejauh ini selalu berhubungan sama PLN yak. Karena masa OJT tinggal sebulan lagi, lihat saja selanjutnya saya akan ada di mana.

(ditulis dalam keadaan nggak bisa tidur mikirin kok bisa-bisanya Arsenal kalah sama Liverpool di awal musim pas main di kandang pula)

Tidak ada komentar: