Minggu, 09 Februari 2020

Food Galore di Makassar

Natal tahun 2019, ada sebuah pesan Whatsapp dari nomor yang tidak kukenal. Ternyata Diza, teman satu asrama di pembidangan PLN mengirim undangan nikahan. Dan lokasinya adalah di Makassar.

Langsung terpikir, wah kebetulan nih belum pernah ke Makassar, atau ke kota manapun di Sulawesi juga belum. Kurang jauh memang mainku.

Yang terjadi selanjutnya adalah bikin grup yang isinya siapa saja yang akan datang, janjian berangkat dan pulangnya, reservasi hotel, diskusi kado, dan rencana tempat yang didatangi di Makassar sambil sedikit-sedikit sambat perkara pekerjaan.

Karena baru pertama ke sini, cuma kepikiran untuk wisata kuliner di sekitar kota Makassar. I did some research and made a list from it. Yang menyenangkan adalah, teman-teman yang lain nggak rempong. Dari list yang kubuat, diskusi sebentar, keputusan diambil, cus berangkat. Inilah beberapa tempat yang aku dan teman-teman datangi.

monmaap fotonya miring-miring

1. Nasi Kuning Ribura'ne
Kami sampai di Makassar sekitar jam 08.00 pagi, jadi yang dicari pertama kali pastinya sarapan khas di sini. Agak aneh awalnya ketika lagi nyari, yang direkomendasikan adalah nasi kuning, sarapan yang sangat umum di Jawa. Tetapi karena penasaran dan semua setuju, kami pergi ke nasi kuning Ribura'ne, tak jauh dari pantai Losari. 


Menurutku yang sangat suka nasi dengan rasa (red: nasi kuning, nasi uduk, dan teman-temannya), jika dibandingkan dengan nasi kuning di Jawa, nasi kuning di sini tidak terlalu berbau pandan dan lebih kuat rempahnya. Untuk lauk pendampingnya juga lebih berkolesterol. Ada semur daging, ada paru, abon daging, telur pindang, sayur lodeh labu siam, dan kering kentang. Ada dua porsi yang ditawarkan, porsi biasa dan porsi jumbo. Dari rombongan kami, cuma satu yang pesan porsi jumbo, ya taulah siapa orangnya.

2. Mama Toko Roti, Kue, dan Eskrim
Snack time! Tahu tempat ini dari rekomendasi Kenny Kartupos. Toko mama ini semacam Toko Oen kalau di Semarang. Ada banyaaak sekali macam kue dan makanan khas yang dijual. Yang sempat aku coba adalah es pisang ijo dan sanggara balanda. Sanggara balanda adalah pisang goreng isi kacang. Enak, enaaak sekali!


3. Aroma Coto Gagak
Walaupun tidak makan daging, aku tetap menuliskan berbagai makanan berbahan dasar daging dalam itinerary kami. Coto Gagak ini bukan pakai daging burung gagak ya, namun lokasinya ada di Jalan Gagak. Aku sih enggak nyoba, tapi kata-teman-teman yang makan, ini cotonya enak!


4. Pangsit Goreng Kruris
Tahu jajanan ini juga karena postingan dari Kenny Kartupos hahaha. Beli dua bungkus via Go-Food dan ludes dalam sekejap. Jadi Kruris ini singkatan dari Kerupuk Riska, yaitu pangsit yang isinya olahan daging dan disajikan bersama sambal. Seenak itu memang. Akhirnya kami beli lagi dan masih kepikiran enaknya sampai sekarang.


5. Pisang Epe dan Jagung Serut
Awalnya pengen makan pisang epe dan jagung serut langsung di pinggiran pantai Losari. Namun hari itu gerimis tak kunjung berhenti. Akhirnya mengandalkan Go-Food untuk pesan. Pisang epe adalah pisang yang dipenyet atau digeprek kemudian dipanggang dan diberi tambahan seperti gula aren, parutan kelapa kering, coklat, keju, sampai durian juga ada. Another olahan pisang yang kusuka.


6. Toko Kopi Ujung
Pernah menonton Filosofi Kopi 2? Nah, lokasi kafe di pembuka filmnya adalah Toko Kopi Ujung ini. Pada mulanya toko ini adalah toko kelontong yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga dan dia juga memproduksi kopi sendiri. Sekarang mereka menjual berbagai macam oleh-oleh makanan khas Makassar dan juga berbagai macam kopi. Untuk kafenya sendiri cuma terdiri dari beberapa kursi dan meja. Pas datang ke sana sempat takut salah tempat juga karena bingung mau duduk di mana.


7. Mie Titi Jl Sulawesi
Perjalanan kuliner kami belum berhenti. Mie Titi itu sendiri adalah mie yang digoreng kemudian disiram kuah kental berisi sayuran dan daging. Yaaa mirip seperti ifumie gitu tapi dengan mie yang lebih kecil dan kuah yang lebih enak. Selain olahan mie, di sini juga terkenal dengan nasi goreng merah.


8. Konro Karebosi
Hari kedua di Makassar dimulai dengan makan siang di Konro Karebosi. Tentu saja saya tidak ikut makan. Namun dari tampilan masakannya sungguh menggoda selera. Kalau kata teman-teman ini mantap juga. Wajib coba pokoknya kalau sedang di Makassar.


9. Kampoeng Popsa
Kata teman yang asli Makassar, ini tempat anak Makassar nongkrong. Tempatnya sih lucu karena menghadap langsung ke laut. Cocok untuk yang suka kumpul ramai-ramai sambil mendengarkan live music gitudeh. Di sini ada berbagai macam food stall dengan menu yang berbeda pula. Ke sini karena butuh makan setelah skip Konro karebosi haha.


10. Mark Trees Cafe
Setiap pergi ke tempat baru, yang kucari adalah makanan dan jajanan khas, kafe dengan kearifan lokal, dan kafe modernnya. Nah Mar Trees Cafe ini adalah pilihan untuk kategori ketiga. Untuk temanya pakai ala ala tropical dan tentu saja tak seindah yang ada di instagram hehe. Kopinya juga biasa saja, tapi Nutella Croissant-nya enaaaak!


11. Jalangkote Lasinrang
Sempat sedih karena Kruris baru buka jam 12 siang sedangkan kami harus mengejar penerbangan pulang. Namun kami sempat mampir untuk membeli jalangkote. Jalangkote ini jajanan khas Makassar yang bentuk dan isinya sama seperti pastel. Nah bedanya kalau di sini ada saus khusus sebagai teman makan jalangkote. Selain itu juga ada lumpia yang menurutku lebih enak daripada si jalangkote itu sendiri.


Jadi apa yang diingat dari pergi ke Makassar selama tiga hari? Tentu saja makanannya. Dari situ juga aku sadar banyak tempat-tempat bagus yang harus dikunjungi di sekitar Makassar dan Sulawesi. Nex time, aamiin. Sekaligus, satu list-to-do tahun ini yaitu pergi ke tempat baru yang belum pernah kukunjungi tercapai, yeay!

Tidak ada komentar: