Senin, 08 September 2014

Arung Jeram, Noars Rafting Probolinggo

Rasanya sudah lamaaa sekali ingin tahu gimana sih rasanya rafting. Akhirnya Sabtu, 6 September 2014 kemarin kesampaian juga. Bikin postingan ini juga dalam keadaan badan pegal linu di berbagai bagian, tapi emang udah enggak sabar mau cerita tentang pengalaman tak terlupakan ini. As I always said, selalu ada pengalaman pertama untuk berbagai hal. Dan pengalaman pertama itu, entah menyenangkan atau tidak, akan selalu ada di ingatan.

Awalnya kami berencana berangkat pukul 05.00 (aku mandi sambil menggigil pukul 04.00). Namun, kami baru berangkat dari jurusan pukul 08.00. Ada empat mobil yang berangkat dengan total personil 21 orang. Aku kebetulan ikut sama mama Citra dan papa Radit.

Kita foto mau liburan, di belakang ada barisan maba yang sedang OK2BK :)))
Kami sampai di lokasi sekitar pukul 12.00. Sempat heran dengan jalanan yang cuma bisa dilewati satu mobil padahal banyak kendaraan yang lalu lalang dua arah, lho. Di kanan kiri juga banyak rumah warga padahal.
Kayaknya kami di sana menjadi pengunjung terakhir deh hehehe. Kami sempat bertemu dengan anak-anak teknik sipil juga. Pukul 13.00 kami bersiap-siap memakai pelampung, helm, membawa dayung, kemudian mendengar instruksi dari pembimbing. 21 orang ini dibagi menjadi 5 perahu, dengan perahuku terdiri dari Anto, Dhino, Rani, dan aku, serta guide kocak tapi nggak jelas dengan suara mirip Ekal yang bernama Rohim River.
Full team!
Ciwi-ciwi
Untuk menuju start point, kami harus menempuh perjalan dengan berdiri di belakang pick-up selama kurang lebih setengah jam. Rasanya mirip-mirip naik roller coaster gitu deh haha tapi seriusan ini seru. Apalagi ditambah angin sepoi-sepoi dan terkadang harus kena ranting pohon juga. Dari start point, kami masih harus berjalan kaki menuruni bukit sejauh 500 meter. Medannya cukup melelahkan dan licin untuk yang memakai sandal jepit. Tapi segalanya terbayar ketika akhirnya arus sungai terlihat. Dan kami pun mulai mengarungi sungai...
Air terjun di belakangnya bagus, lho
Lupa nama air terjunnya :))))
Di sepanjang perjalanan kami melewati sekitar tujuh air terjun dengan nama-nama unik. Kami juga menjumpai banyaaaak sekali kelelawar (yang baunya enggak enak), goa kecil, hingga biawak yang berenang. Di tengah perjalanan, kami sempat beristirahat untuk menikmati pisang goreng dan susu jahe hangat.

Perjalanan dilanjutkan dan pada tiga per empat rute, kami sampai di sebuah tebing setinggi empat meter dengan kedalaman sungai tiga meter. Spot yang tepat untuk melompat. Ketika ditawari, langung aku bilang mau karena sudah sering lompat di kolam renang dengan ketinggian satu meter. Pas sudah sampai giliran lompat, rasanya pengen balik turun saja haha. Tetapi, aku tahu aku akan menyesal kalau sampai enggak jadi melompat. Pembimbing juga sudah meyakinkan dan memberi instruksi yang diperlukan. Dan akhirnya segalanya terjadi dalam beberapa detik. Beberapa detik yang rasanya lamaaa sekali. Pas sudah di air, rasanya lega bisa melawan ketakutan diri sendiri.

Merem karena gabisa melek di dalem air :")
ROHIM RIVER TEAM!
Kami melanjutkan perjalanan yang penuh dengan tragedi nyangkut di bebatuan hingga sampai di finish point. Dari sini kami masih disiksa dengan berjalan kaki naik bukit sampai basecamp Noars. Mandi, makan malam, dan kegiatan milih foto dimulai. Satu file foto dibandrol dengan 20.000, jadi jangan heran kalau kami menghabiskan waktu hampir dua jam lamanya untuk memilih. Kami memulai perjalanan pulang pukul 21.00 dan sampai di jurusan pukul 01.00 dinihari.

Benar-benar seru mungkin bukan kalimat yang bisa cukup mewakili perjalanan ini. Yang jelas rasanya nagih. Walaupun pilek bertambah parah dan badan mulai biru-biru (kalau capek aku memang begini), tapi suweneng banget. Terima kasih teman-teman untuk pengalaman kali ini. Ditunggu jalan-jalan selanjutnya!

Minggu, 07 September 2014

In LOvE Journey (Internalisasi Lab B101 Konversi Energi Listrik)

Judul di atas memang terlihat terlalu memaksakan, ya? Namun, In LOvE Journey adalah perjalanan yang begitu menyenangkan.

But at first, let me introduce my new family!
Sudah satu semester aku menjadi bagian dari Laboratorium Konversi Energi Listrik B101 atau singkatnya Lab KE B101. Here we are...


Dari awal kepengurusan untuk semester genap kemarin, internalisasi yang melibatkan dosen sudah menjadi program kerja yang mendapat perhatian utama dari kami. Alhamdulillah, rencana tersebut terlaksana dengan sukses. Woohooo!

Internalisasi dilakukan selama dua hari satu malam tanggal 30-31 Agustus 2014 di Batu, Malang. Kami berkumpul di kampus jam 08.00. Estimasi awal, kami akan sampai di Malang pukul sebelas atau dua belas daan akan pergi ke Jatim Park 2. Namun karena beberapa hal, kami baru berangkat jam 10.00 dan memutuskan untuk langsung menuju vila. Oh ya, sebelumnya kami mampir mengisi perut di Rumah Makan Pak Sholeh yang terkenal itu.

Angkatan 2011
Muka-muka lelah menanti
Yang ini muka-muka kelaparan
Vila kami namanya Vila Parikesit, yang terletak di Perumahan Strawberry belakang pasar Batu. I'm so impressed with this villa. Di depan pintu gerbang kami disambut banyak burung dara (beserta kotorannya) dan kolam cantik berisi ikan koi gede-gede. Terdiri dari delapan kamar, vila ini seperti menyatukan dua rumah dan tata ruangnya sangat cocok untuk bermain petak umpet. Butuh beberapa kali memutari seluruh rumah untuk hafal letak setiap ruangan tanpa harus tersesat. Dan sampai saat ini aku belum tahu ruangan apa yang ada di belakang kamar mandi dekat kamar cewek dan lewat mana kalau mau ke sana. Ruangan ini skeri dan membuat kami (para cewek) mandi berdua-dua. Fasilitas lainnya adalah dapur kotor dan dapur bersih yang menghadap langsung ke kolam renang kecil di belakang, ruangan keluarga dengan sofa empuk yang dilengkapi perlengkapan karaoke, ruangan billiard dan rooftop yang cocok dipakai untuk stargazing, dan taman depan rumah yang dilengkapi peralatan barbeque.

Acara "resmi" dibuka sehabis maghrib. Dilengkapi dua tumpeng (yang enak sekali meskipun kami bertanya-tanya kenapa tumpengnya enggak lancip), tasyakuran untuk kelulusan asisten angkatan 2010 dimulai. Acara ini juga meresmikan Yudi sebagai koordinator asisten yang menggantikan Mas Denny. 

Pak Heri dan sang kooras baru
Tuhkan tumpengnya enggak lancip..
Selesai makan, kami mulai acara bakar-bakar. Mulai dari jagung sampai dengan sate lalat ludes oleh kami. Malam semakin dingin dan kami mulai mengantuk. Dosen-dosen dan keluarganya juga sudah istirahat di kamar masing-masing. Akhirnya sekitar jam sepuluh malam, cewek-cewek naik dan memutuskan untuk tidur.
Uhuy aku couple-an kaos sama mas Denny
Jagung bakar gosong tapi doyan :))
Bakar mas, bakar semuaaa!
Hari Minggu. Kami bangun pagi sekali dan berkemas meninggalkan vila (aku enggak mandi haha terlalu dingin). Sebelumnya, kami bersama-sama sarapan kemudian menuju ke Coban Rondo untuk outbond. Outbond (guide kami lebih menyebutnya bersenang-senang) yang kami lakukan berupa beberapa game yang berpusat pada bagaimana meningkatkan teamwork dan selalu fokus pada apa yang menjadi tujuan kita. Ada kejadian hina yang terjadi ketika outbond. Enggak perlu cerita deh ya, yang jelas kehinaan itu direkam dalam video dan tersebar ke berbagai pihak. Damn. Setelah itu, kami main flying fox, spider web, dan high rope.

Ladies...
And gentlemen...
Edisi pake banner
Suwukaaa sama foto ini :3
Dari lokasi outbond, kami menuju air terjun Coban Rondo sebentar sebelum akhirnya pulang menuju Surabaya. Cerita dikit ya, sepuluh tahun yang lalu pas kelas 4 SD, aku ikutan rekreasinya senior kelas 5 dan 6 ke Malang hehe. Nginepnya di vila di daerah Coban Rondo dan saat aku kesana minggu lalu, vilanya tetap sama seperti sepuluh tahun lalu. Aku ingat juga ketika selepas subuh, Pak Chotim (wali kelas 6) mengajak kami berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju air terjun. Masih tersimpan baik dalam ingatan tentang joke-joke yang dilemparkan Pak Chotim ke kami dan sebaliknya. Yang paling kuingat tentu saja "Apa bedanya WC dan medan perang?" (Ada yang tahu jawabannya?)

Ladies (lagi-lagi haha)
Di depan air terjun
Pokoknya selfie dulu
Anyway, terima kasih untuk dua hari yang berkesan ini. Terima kasih untuk mas Willy dan Mamet yang sudah menyiapkan acara dan mas Denny yang sangat sabar mengayomi kami. Terima kasih untuk Pak Heri, Pak Dibyo, dan Pak Febi beserta keluarga yang menyempatkan untuk ikut. Terima kasih untuk teman-teman dan mas-mas asisten Lab KE B101. Setelah kelulusan ini, perjalanan hidup untuk mas-mas sekalian baru dimulai. I wish you all the best, mas-mas senior! Doakan kami angkatan 2011 bisa membawa Lab KE B101 menjadi lebih baik lagi dan tentu saja doakan kami segera menyusul lulus!